Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 776 tentang Setan mengikat simpul saat tidur, terlepas dengan dzikir dan shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya bangun malam untuk beribadah, terutama shalat Subuh. Setan akan mengikat tiga simpul di tengkuk kita saat tidur agar kita menjadi malas. Cara melepaskan simpul-simpul tersebut adalah dengan berdzikir kepada Allah saat bangun, berwudhu, dan melaksanakan shalat. Dengan begitu, kita akan memulai hari dengan semangat dan hati yang bersih, bukan dalam keadaan malas dan kusut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab "Apa yang Diriwayatkan tentang Seseorang yang Tidur Sepanjang Malam hingga Pagi", nomor 776, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Berikut adalah teks haditsnya:

<p>يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلاَثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلاً طَوِيلاً فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتِ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ</p>

Maknanya: "Setan mengikat tiga simpul di tengkuk kepala salah seorang dari kalian ketika ia tidur. Pada setiap simpul, ia menutupinya dengan (bisikan): 'Kamu akan melalui malam yang panjang, maka tidurlah.' Jika ia terbangun lalu berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu simpul. Jika ia berwudhu, terlepaslah dua simpul. Jika ia shalat, terlepaslah semua simpul. Maka di pagi hari ia menjadi bersemangat dan jiwanya bersih. Jika tidak, ia akan memasuki pagi hari dengan jiwa yang kotor dan malas."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dan Imam An-Nawawi membahasnya dalam Syarah Shahih Muslim.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung kabar tentang tipu daya setan terhadap anak Adam, khususnya di waktu tidur. Setan tidak tinggal diam; ia berusaha menjauhkan manusia dari ketaatan. Salah satu caranya adalah dengan "mengikat" seseorang agar terlelap dan melewatkan shalat, terutama shalat Subuh.

Pandangan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa "simpul" di sini adalah majaz (kiasan) untuk menggambarkan kuatnya dorongan setan untuk membuat seseorang malas beribadah. Ia berkata, "Makna hadits ini adalah bahwa setan menghiasi rasa malas dan menguatkannya dalam diri seseorang, sehingga ia enggan bangun untuk shalat."

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa dzikir yang dimaksud adalah dzikir apa pun yang mengingatkan kepada Allah, seperti membaca basmalah, hamdalah, atau doa bangun tidur. Semakin banyak ketaatan yang dilakukan, semakin lepas ikatan setan tersebut.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa orang yang bangun untuk beribadah akan mendapatkan energi positif dari Allah. Sebaliknya, orang yang mengabaikan ibadah akan merasakan kesempitan dan kemalasan, karena ia telah membiarkan setan menguasai dirinya.

Hadits ini juga mengajarkan bahwa ibadah memiliki dampak nyata pada kondisi jiwa dan raga. Orang yang shalat Subuh akan merasa segar dan semangat, karena ia telah memulai harinya dengan ketaatan. Sebaliknya, orang yang melewatkannya akan merasa lesu dan tidak bersemangat, karena ia telah kalah dari tipu daya setan.

Story Telling

Dahulu, ada seorang pemuda yang sering melewatkan shalat Subuh karena sulit bangun. Ia merasa hidupnya tidak bersemangat, pekerjaannya terbengkalai, dan hatinya selalu gelisah. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang ulama yang menyampaikan hadits ini kepadanya.

Ulama itu berkata, "Wahai anakku, setan telah mengikat lehermu dengan tiga simpul setiap malam. Jika engkau ingin bebas, maka lepaskanlah dengan dzikir, wudhu, dan shalat. Engkau akan merasakan perbedaannya."

Pemuda itu pun mencoba. Ia mulai berusaha bangun, berdzikir, berwudhu, lalu shalat Subuh. Setelah beberapa minggu, ia merasakan perubahan besar. Hidupnya menjadi lebih teratur, hatinya tenang, dan pekerjaannya pun lancar. Ia berkata, "Ternyata kemenangan atas setan dimulai dari bangun untuk shalat."

Kisah ini mengingatkan kita pada nasihat Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Fawa'id, bahwa ketaatan adalah sumber energi dan kebahagiaan hati, sedangkan kemaksiatan dan kelalaian adalah sumber kelemahan dan kesedihan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan bangun untuk shalat Subuh, karena ini adalah salah satu cara melepaskan ikatan setan.
  2. Saat bangun, segera berdzikir kepada Allah, seperti membaca doa bangun tidur atau hamdalah.
  3. Segera berwudhu, karena wudhu melepaskan dua simpul setan.
  4. Laksanakan shalat, karena shalat melepaskan seluruh simpul dan menjadikan kita bersemangat di pagi hari.
  5. Jauhkan diri dari kebiasaan tidur berlebihan, karena itu adalah ladang bisikan setan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.