Bab Doa dalam Shalat Malam dan Qiyam
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu abi bakrin almuqaddamiyyu, haddatsana yusufu almajisyunu, haddatsani abi, an abdi, arrahmani alaraji an ubaydi allahi ibni abi rafiin, an aliyyi ibni abi thalibin, an rasuli allahi annahu kana idza qama ila asshalahi qala " wajjahtu wajhiya lilladzi fathara assamawati waalardha hanifan wama ana mina almusyrikina inna shalati wanusuki wamahyaa wamamati lillahi rabbi alalamina la syarika lahu wabidzalika umirtu waana mina almuslimina allahumma anta almaliku la ilaha ila anta. anta rabbi waana abduka zhalamtu nafsi wataraftu bidzanbi faghfir li dzunubi jamian innahu la yaghfiru addzunuba ila anta wahdini lahsani alakhlaqi la yahdi lahsaniha ila anta washrif anni sayyiaha la yashrifu anni sayyiaha ila anta labbayka wasadayka waalkhayru kulluhu fi yadayka waassyarru laysa ilayka ana bika wailayka tabarakta wataalayta astaghfiruka waatubu ilayka ". waidza rakaa qala " allahumma laka rakatu wabika amantu walaka aslamtu khasyaa laka sami wabashari wamukkhi waazhmi waashabi ". waidza rafaa qala " allahumma rabbana laka alhamdu mila assamawati wamila alardhi wamila ma baynahuma wamila ma syita min syain badu ". waidza sajada qala " allahumma laka sajadtu wabika amantu walaka aslamtu sajada wajhi lilladzi khalaqahu washawwarahu wasyaqqa samahu wabasharahu tabaraka allahu ahsanu alkhaliqina ". tsumma yakunu min akhiri ma yaqulu bayna attasyahhudi waattaslimi " allahumma aghfir li ma qaddamtu wama akkhartu wama asrartu wama alantu wama asraftu wama anta alamu bihi minni anta almuqaddimu waanta almuakkhiru la ilaha ila anta ".
Ali bin Abi Talib melaporkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ berdiri di malam hari untuk shalat, beliau mengucapkan: "Aku menghadap wajahku kepada Yang Menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah yang telah diperintahkan kepadaku (untuk diucapkan dan diyakini) dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku dan mengakui dosaku. Ampunilah semua dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, dan tuntunlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang dapat menuntunku kepada akhlak yang terbaik kecuali Engkau. Jauhkanlah dari diriku keburukan, karena tidak ada yang dapat menjauhkan keburukan dariku kecuali Engkau. Aku berada di hadapan-Mu, dan segala kebaikan ada di tangan-Mu, dan tidak ada yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu dengan keburukan. Kekuatan dan keberadaanku adalah karena-Mu (rahmat-Mu) dan aku berpaling kepada-Mu (untuk berdoa). Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu." Dan ketika beliau rukuk, beliau mengucapkan: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku rukuk. Aku beriman kepada-Mu dan aku berserah diri kepada-Mu, dan aku tunduk dengan penuh rasa hormat kepada-Mu, pendengaranku, penglihatanku, sumsumku, tulangku, dan uratku; dan ketika beliau mengangkat kepalanya, beliau mengucapkan: "Ya Allah, Tuhan kami, puji bagi-Mu, (pujian) yang memenuhi langit dan bumi, dan yang memenuhi ruang antara keduanya, dan yang memenuhi apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu. Dan ketika beliau sujud, beliau (Nabi yang Mulia) mengucapkan: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud dan hanya kepada-Mu aku beriman, dan aku berserah diri kepada-Mu. Wajahku sujud kepada Yang Menciptakan dan membentuknya, dan membuka pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta; dan kemudian beliau akan mengucapkan di antara Tasyahhud dan ucapan salam: "Ya Allah, ampunilah aku dari yang telah aku lakukan lebih dulu dan yang belakangan, yang tersembunyi dan yang terang-terangan, dan yang telah aku lampaui, dan yang Engkau lebih tahu tentang diriku. Engkau adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Tidak ada Tuhan selain Engkau."