Penjelasan Hadits Muslim No. 741 tentang Amalan yang disukai adalah yang dilakukan terus-menerus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan dua hal utama: (1) amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus (kontinu) meskipun sedikit, dan (2) Nabi ﷺ biasa bangun shalat malam ketika mendengar kokok ayam, yaitu di akhir malam menjelang fajar. Ini menunjukkan semangat beliau dalam qiyamul lail dan pentingnya istiqamah dalam ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Muslim no. 741, dari Masruq bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha:

<p>حَدَّثَنِي هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ عَمَلِ، رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَتْ كَانَ يُحِبُّ الدَّائِمَ ‏.‏ قَالَ قُلْتُ أَىَّ حِينٍ كَانَ يُصَلِّي فَقَالَتْ كَانَ إِذَا سَمِعَ الصَّارِخَ قَامَ فَصَلَّى ‏.‏</p>

Terjemahan: Masruq berkata: "Aku bertanya kepada 'Aisyah tentang amalan Rasulullah ﷺ, maka ia menjawab: 'Beliau menyukai amalan yang terus-menerus.' Aku bertanya: 'Pada waktu kapan beliau shalat?' Ia menjawab: 'Apabila beliau mendengar ayam berkokok, beliau bangkit lalu shalat.'"

Dalil Al-Qur'an yang menguatkan prinsip istiqamah:

QS. Al-Hijr [15]: 99

<p>وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ</p>

Terjemahan: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian)."

QS. Al-Muzzammil [73]: 6

<p>إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا</p>

Terjemahan: "Sesungguhnya shalat di waktu malam itu lebih kuat (menghadirkan hati) dan lebih mantap bacaannya."

Hadits pendukung tentang amalan yang kontinu — dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda:

<p>أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ</p>

Terjemahan: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. Muslim, dari 'Aisyah)

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini sebagai dalil utama keutamaan istiqamah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa amalan sedikit yang kontinu lebih baik daripada banyak tetapi terputus. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif membahas makna "adwamuha" secara mendalam.

Penjelasan Rinci

Pertama: makna "amalan yang terus-menerus" (الدَّائِم).

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah amalan yang rutin dilakukan tanpa terputus, meskipun jumlahnya sedikit. Ini bukan berarti meninggalkan amalan yang banyak, tetapi menekankan bahwa kontinuitas adalah ukuran kecintaan Allah, bukan sekadar kuantitas sesaat. Ibn Rajab al-Hanbali menambahkan bahwa amalan yang terputus sering kali menjadi tanda lemahnya niat dan kurangnya kesungguhan.

Kedua: waktu shalat malam Nabi ﷺ.

Ketika 'Aisyah ditanya kapan Nabi shalat malam, beliau menjawab: "Apabila mendengar ayam berkokok." Para ulama menjelaskan bahwa ayam berkokok di waktu sahur (akhir malam, menjelang fajar). Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ bangun di sepertiga malam terakhir, waktu yang paling utama untuk qiyamul lail.

Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa waktu sahur adalah waktu turunnya rahmat dan waktu istighfar para salaf. Qatadah bin Di'amah menyatakan bahwa para sahabat dan tabi'in sangat menjaga waktu ini. Al-Hasan al-Bashri juga dikenal bangun malam dan mengajak murid-muridnya untuk tidak meninggalkan qiyamul lail.

Ketiga: hikmah bangun saat mendengar ayam berkokok.

Ayam berkokok di waktu sahur menjadi "pengingat alami" bagi Nabi ﷺ. Ini bukan berarti beliau bergantung pada ayam, tetapi menunjukkan bahwa beliau selalu siap untuk bangun dan shalat. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidur dengan hati yang terjaga, sehingga mudah bangun untuk ibadah.

Keempat: kaitan dengan jumlah raka'at dan witir.

Hadits ini berada dalam bab tentang shalat malam dan jumlah raka'at. Ini menegaskan bahwa Nabi ﷺ istiqamah dalam shalat malam, meskipun jumlah raka'atnya bervariasi. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa Nabi ﷺ kadang shalat 11 raka'at, kadang 13 raka'at, tetapi yang penting adalah konsistensi beliau dalam melaksanakannya.

Perbedaan pendapat ulama daftar: Tidak ada perbedaan mendasar di antara ulama yang tercantum. Semua sepakat bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan istiqamah dan waktu sahur. Yang paling kuat adalah pendapat yang menegaskan bahwa amalan kontinu lebih utama, berdasarkan hadits ini dan hadits "adwamuha" yang shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Masruq bin al-Ajda' (seorang tabi'in besar, murid 'Aisyah) sangat tekun bertanya kepada 'Aisyah tentang amalan Nabi ﷺ. Ia tidak puas dengan jawaban umum, tetapi bertanya lebih dalam: "Kapan beliau shalat?" 'Aisyah menjawab dengan detail: "Ketika mendengar ayam berkokok."

Masruq sendiri dikenal sebagai ahli ibadah. Al-A'masy menyebutkan bahwa Masruq pernah shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya, ia berkata: "Ini adalah syukurku kepada Allah." (Disebutkan dalam biografi Masruq oleh Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala).

Hikmahnya: para salaf tidak hanya bertanya, tetapi mengamalkan. Mereka menjadikan hadits sebagai panduan hidup, bukan sekadar pengetahuan.

Kesimpulan Praktis

  1. Istiqamah lebih utama daripada banyak tetapi terputus. Mulailah dengan amalan kecil yang bisa dilakukan setiap hari, seperti shalat witir 1 raka'at atau membaca Al-Qur'an beberapa ayat.
  2. Jaga shalat malam, terutama di waktu sahur. Jika sulit, mulailah dengan 2 raka'at ringan sebelum fajar.
  3. Jangan menunda amal karena merasa sedikit. Hadits ini mengajarkan bahwa yang dicintai Allah adalah kontinuitas, bukan kesempurnaan sesaat.
  4. Teladani Nabi ﷺ dalam kesiapan beribadah. Beliau bangun saat mendengar ayam berkokok, menunjukkan hati yang selalu siap untuk qiyamul lail.
  5. Bertanyalah kepada ahlinya. Seperti Masruq bertanya kepada 'Aisyah, kita pun perlu belajar dari ulama yang terpercaya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?