Bab Shalat Malam dan Jumlah Raka'at Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam di Malam Hari dan Bahwa Witir adalah Satu Raka'at dan Bahwa Raka'at adalah Shalat yang Sah
حَدَّثَنِي هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ عَمَلِ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ كَانَ يُحِبُّ الدَّائِمَ . قَالَ قُلْتُ أَىَّ حِينٍ كَانَ يُصَلِّي فَقَالَتْ كَانَ إِذَا سَمِعَ الصَّارِخَ قَامَ فَصَلَّى .
Masruq melaporkan bahwa ia bertanya kepada 'A'isha tentang amalan yang paling disukai oleh Rasulullah (ﷺ). Ia berkata: Dia (Nabi yang Mulia) menyukai amalan yang dilakukan secara terus-menerus. Saya bertanya kepada 'A'isha: Kapan dia shalat (di malam hari)? Ia menjawab: Ketika dia mendengar ayam berkokok, dia bangkit dan melaksanakan shalat.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
