Bab Diperbolehkannya Shalat Nafl di Atas Binatang dalam Perjalanan ke Mana Saja
Shahih
وَحَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ، وَحَرْمَلَةُ، قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، رَأَى رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي السُّبْحَةَ بِاللَّيْلِ فِي السَّفَرِ عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ .
Abdullah bin 'Amir bin Rabi'a melaporkan dari ayahnya bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ melakukan shalat nafl di malam hari dalam perjalanan di atas punggung kendaraannya ke arah mana pun yang dihadapinya.