Bab Keutamaan Duduk di Tempat Shalat Setelah Subuh dan Keutamaan Masjid
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا سِمَاكٌ، ح وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، - وَاللَّفْظُ لَهُ - قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ قُلْتُ لِجَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ .
Simak bin Harb melaporkan: Saya bertanya kepada Jabir bin Samurah: Apakah kamu duduk bersama Rasulullah (semoga keselamatan dan berkah Allah tercurah kepadanya)? Dia menjawab: Ya, sangat sering. Dia (Nabi yang Mulia) biasa duduk di tempat di mana dia melaksanakan shalat subuh hingga matahari terbit atau ketika matahari telah terbit; dia akan berdiri, dan mereka (para Sahabatnya) akan membicarakan hal-hal (yang berkaitan dengan masa) jahiliyah, dan mereka akan tertawa (tentang hal-hal tersebut) sementara (Nabi) hanya tersenyum.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
