Penjelasan Hadits Muslim No. 666 tentang Berjalan ke masjid menghapus dosa dan mengangkat derajat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi orang yang bersuci (berwudhu) di rumahnya lalu berjalan ke masjid untuk menunaikan shalat fardhu. Setiap langkah kakinya menjadi sebab ampunan dosa dan pengangkatan derajat di sisi Allah. Ini menunjukkan betapa Allah memuliakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendatangi rumah-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Berjalan Menuju Shalat Menghapus Dosa dan Menaikkan Derajat (no. 666), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

<p>مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً</p>

Terjemahan: "Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, maka kedua langkahnya, salah satunya menghapus dosa dan yang lainnya mengangkat derajat."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan, QS. Al-Ahzab [33]: 41-42:

<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ۝ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا</p>

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

Juga QS. At-Taubah [9]: 103 tentang amal yang membersihkan dan mengangkat derajat:

<p>خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا</p>

Terjemahan: "Ambillah dari harta mereka sedekah yang membersihkan dan menyucikan mereka."

Penjelasan Rinci

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan berwudhu di rumah sebelum berangkat ke masjid, dan keutamaan melangkah menuju shalat fardhu. Beliau menegaskan bahwa "menghapus dosa" di sini mencakup dosa-dosa kecil, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain yang membedakan antara dosa kecil dan besar.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa penyebutan "salah satu langkah menghapus dan yang lain mengangkat" adalah bentuk thibaq (keseimbangan makna) — bukan berarti secara fisik satu kaki khusus menghapus dan kaki lain mengangkat, melainkan setiap langkah secara bergantian membawa kedua faedah tersebut. Ini pendapat yang dipilih oleh Al-Qadhi 'Iyadh dan dikuatkan oleh Ibnu Hajar.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa berjalan ke masjid dengan niat ikhlas adalah ibadah tersendiri yang pahalanya dicatat, bahkan sebelum shalat dimulai. Beliau mengaitkan dengan hadits lain tentang "setiap langkah menaikkan derajat dan menghapus dosa."

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syarat utama agar amal ini bermanfaat adalah: (1) bersuci dengan benar, (2) niat ikhlas hanya untuk menunaikan kewajiban Allah, (3) bukan untuk riya' atau tujuan duniawi.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menambahkan bahwa hadits ini berlaku khusus untuk shalat fardhu (bukan sunnah), karena lafazh "فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ" (kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah). Beliau juga menegaskan bahwa "bersuci di rumah" menunjukkan disyariatkannya berwudhu di rumah sebelum berangkat, bukan di masjid, agar langkah-langkah menuju masjid semuanya bernilai pahala.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama memahami "menghapus dosa" mencakup dosa besar, namun jumhur (mayoritas) — termasuk an-Nawawi dan Ibnu Hajar — membatasinya pada dosa kecil, karena dosa besar memerlukan taubat khusus. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur berdasarkan hadits-hadits lain yang mengecualikan dosa besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat menyampaikan hadits ini kepada kaum muslimin. Beliau sendiri dikenal sebagai orang yang rajin berjalan ke masjid meski rumahnya cukup jauh dari Masjid Nabawi. Dalam sebuah riwayat, beliau pernah menceritakan bahwa para sahabat yang rumahnya jauh dari masjid mengadu kepada Nabi ﷺ, lalu turunlah keutamaan besar ini sebagai penghibur dan penyemangat bagi mereka. Imam Muslim menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang keutamaan berjalan ke masjid, menunjukkan betapa pentingnya amal sederhana ini dalam pandangan beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Berwudhulah di rumah sebelum berangkat ke masjid, agar seluruh langkah menuju masjid bernilai ibadah.
  2. Niatkan ikhlas hanya untuk menunaikan shalat fardhu karena Allah, bukan karena kebiasaan atau pamer.
  3. Yakinlah bahwa setiap langkah Anda menghapus dosa kecil dan mengangkat derajat — jangan remehkan amal kecil ini.
  4. Perbanyaklah berjalan ke masjid meski jarak rumah dekat, karena pahala dihitung per langkah.
  5. Jaga wudhu dan perbaharuilah bila batal, agar amal ini terus mengalir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?