Penjelasan Hadits Muslim No. 663 tentang Pahala langkah kaki menuju masjid yang jauh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang rumahnya sangat jauh dari masjid, namun ia tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah. Ketika ditawari untuk membeli keledai agar perjalanannya lebih mudah, ia justru menolak karena ingin memperbanyak langkah kakinya menuju masjid agar dicatat sebagai pahala oleh Allah. Rasulullah ﷺ kemudian membenarkan niatnya dengan bersabda bahwa Allah telah mengumpulkan seluruh pahala itu untuknya—baik pahala langkah pergi maupun langkah pulang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits riwayat Imam Muslim:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا عَبْثَرٌ، عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ: كَانَ رَجُلٌ لَا أَعْلَمُ رَجُلًا أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ، وَكَانَ لَا تُخْطِئُهُ صَلَاةٌ، قَالَ: فَقِيلَ لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ: لَوِ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِي الظَّلْمَاءِ وَفِي الرَّمْضَاءِ، قَالَ: مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ، إِنِّي أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "قَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Keutamaan Banyak Langkah Menuju Masjid (no. 663).

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah [9]: 18)

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan berjalan jauh menuju masjid dan bahwa pahala dicatat untuk setiap langkah pergi dan pulang. Beliau menukil kesepakatan ulama tentang hal ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Shalat Berjamaah dan Kesungguhan Menghadirinya

Sahabat yang dimaksud dalam hadits ini adalah seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang rumahnya sangat jauh dari masjid Nabi ﷺ. Namun demikian, ia tidak pernah melewatkan shalat berjamaah bersama Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan betapa besar perhatian para sahabat terhadap shalat berjamaah, meskipun harus menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fath al-Bari (Syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa sikap sahabat ini menunjukkan pemahaman yang dalam tentang keutamaan memperbanyak langkah menuju masjid. Beliau mengutip perkataan sebagian ulama bahwa semakin jauh jarak rumah seseorang dari masjid, semakin besar pahalanya, selama ia menjaga shalat berjamaah.

2. Pahala Dicatat untuk Langkah Pergi dan Pulang

Perkataan sahabat tersebut, "Saya ingin agar dicatat untukku langkahku menuju masjid dan kembaliku ketika aku kembali kepada keluargaku," menunjukkan bahwa ia memahami dengan baik bahwa Allah mencatat pahala untuk setiap langkah kaki—baik saat berangkat maupun saat pulang. Ini dikuatkan oleh sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain:

"Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban yang Allah tetapkan, maka setiap langkahnya yang satu menghapus dosa dan langkah yang lain mengangkat derajatnya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa pahala ini berlaku umum, baik berangkat maupun pulang, karena keduanya sama-sama dalam rangka ketaatan kepada Allah.

3. Niat yang Ikhlas Menjadikan Amal Kecil Menjadi Besar

Sahabat ini menolak tawaran untuk membeli keledai yang akan memudahkan perjalanannya. Ia lebih memilih berjalan kaki dalam kegelapan malam dan teriknya panas, bukan karena tidak mampu membeli, tetapi karena ia menginginkan pahala yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa pemahaman yang benar tentang tujuan ibadah akan mendorong seseorang untuk memilih yang lebih berat jika itu membawa pahala lebih besar di sisi Allah.

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Semakin besar pengorbanan seseorang dalam ketaatan, semakin besar pula ganjaran yang ia terima.

4. Larangan Meninggalkan Masjid karena Jauhnya Jarak

Hadits ini juga secara tidak langsung mengajarkan bahwa jarak yang jauh bukanlah alasan untuk meninggalkan shalat berjamaah. Sahabat ini bisa saja beralasan bahwa rumahnya jauh dan ia bisa shalat di rumah, tetapi ia tidak melakukannya. Ini menjadi teladan bagi kita untuk tidak menjadikan jarak sebagai penghalang dalam ketaatan.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari pahala akan rela menempuh kesulitan, karena ia yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam memperbanyak langkah menuju masjid. Suatu ketika, sekelompok orang dari Bani Salimah ingin memindahkan rumah-rumah mereka agar lebih dekat dengan masjid Nabi ﷺ. Maka turunlah firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu." (QS. Muhammad [47]: 31)

Maka Nabi ﷺ bersabda kepada mereka: "Wahai Bani Salimah, tetaplah di rumah-rumah kalian, niscaya akan dicatat langkah-langkah kalian." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, beliau bersabda: "Sesungguhnya bagi kalian dengan setiap langkah kalian terdapat derajat." (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memahami keutamaan berjalan menuju masjid, sehingga mereka rela mempertahankan rumah yang jauh demi memperbanyak langkah. Dan Nabi ﷺ membenarkan semangat mereka serta menjelaskan bahwa pahala itu tetap dicatat meskipun mereka tidak memindahkan rumah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat berjamaah di masjid meskipun jarak rumah jauh. Jangan jadikan jarak sebagai alasan untuk meninggalkannya.
  2. Niatkan setiap langkah menuju masjid sebagai ibadah, baik saat berangkat maupun pulang, agar Allah mencatat pahalanya.
  3. Jangan tergesa-gesa memilih kemudahan jika hal itu mengurangi pahala yang bisa kita peroleh. Namun jika ada uzur syar'i, maka Allah Maha Mengetahui dan Maha Menerima uzur hamba-Nya.
  4. Perbanyak langkah menuju masjid dengan berjalan kaki jika memungkinkan, karena setiap langkah menghapus dosa dan mengangkat derajat.
  5. Teladani semangat para sahabat yang lebih memilih pahala akhirat daripada kemudahan duniawi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?