Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 595 tentang Dzikir setelah shalat sebagai pengejar pahala orang kaya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita dzikir setelah shalat fardhu, yaitu membaca Subhanallah (33x), Alhamdulillah (33x), dan Allahu Akbar (33x). Dzikir ini adalah amalan yang sangat agung karena bisa mengangkat derajat seorang muslim yang tidak mampu bersedekah dan beramal dengan harta, sehingga bisa menyamai bahkan mengungguli orang-orang kaya yang banyak berinfak. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah dan Rasul-Nya ﷺ agar semua umat bisa meraih keutamaan, baik yang kaya maupun yang miskin.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Masajid wa Mawadhi' Ash-Shalah, Bab "Dzikir setelah shalat", no. 595, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Lafazhnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

(QS. Al-Baqarah [2]: 152)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk berdzikir kepada Allah, dan hadits di atas adalah salah satu bentuk penerapan dzikir yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dalam daftar rujukan kami menjelaskan keutamaan dzikir ini. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir setelah shalat dan bahwa orang yang tidak memiliki harta bisa mengejar pahala orang kaya dengan dzikir.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa dzikir setelah shalat adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan hadits ini adalah dalil utamanya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang perlu kita pahami:

1. Kisah Para Fuqara' Al-Muhajirin

Yang dimaksud Fuqara' Al-Muhajirin adalah orang-orang miskin dari kalangan sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah. Mereka tidak memiliki harta benda karena meninggalkan segalanya di Makkah demi Allah dan Rasul-Nya. Sementara itu, ada sahabat-sahabat kaya seperti Utsman bin 'Affan, Abdurrahman bin 'Auf, dan lainnya yang memiliki harta melimpah dan banyak bersedekah.

2. Keluhan yang Penuh Adab

Mereka tidak iri atau dengki, tetapi mereka merasa sedih karena tidak bisa beramal dengan harta. Mereka berkata, "Orang-orang kaya telah mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi." Ini adalah keluhan yang menunjukkan keinginan kuat untuk beribadah dan berlomba dalam kebaikan.

3. Jawaban Nabi ﷺ yang Menghibur

Nabi ﷺ tidak menyuruh mereka bersedih, tetapi justru mengajarkan amalan yang bisa mengangkat derajat mereka. Beliau bersabda:

"Apakah aku tidak mengajarkan kepada kalian sesuatu yang akan membuat kalian mengejar orang-orang yang telah mendahului kalian, dan kalian akan mendahului orang-orang yang datang setelah kalian?"

Ini menunjukkan bahwa dzikir setelah shalat adalah amalan yang sangat agung, bahkan bisa menyamai pahala sedekah dan memerdekakan budak.

4. Bentuk Dzikir yang Diajarkan

Nabi ﷺ mengajarkan untuk membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali setelah setiap shalat fardhu. Dalam riwayat lain (Shahih Muslim no. 596), disebutkan bahwa untuk menyempurnakan menjadi 100, ditutup dengan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

5. Hikmah di Balik Perbedaan Urutan

Dalam hadits ini, urutan yang disebutkan adalah "tashabbihuna wa tukabbiruna wa tahmaduna" (bertasbih, bertakbir, bertahmid). Namun dalam riwayat lain urutannya berbeda. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perbedaan urutan ini tidak masalah, karena yang penting adalah membaca ketiganya masing-masing 33 kali. Yang lebih utama adalah menggabungkan semua riwayat dengan membaca secara bergantian, sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Shalih dalam riwayat di atas.

6. Jawaban Nabi ﷺ untuk Orang Kaya

Ketika orang-orang kaya mendengar amalan ini dan ikut melakukannya, para fuqara' kembali mengadu kepada Nabi ﷺ. Maka beliau bersabda:

"Itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki."

Ini menunjukkan bahwa keutamaan adalah milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Tidak ada yang bisa menghalangi karunia Allah.

7. Pelajaran dari Kisah Ini

  • Semangat berlomba dalam kebaikan adalah sifat orang beriman.
  • Dzikir adalah amalan yang tidak membutuhkan harta, sehingga semua orang bisa melakukannya.
  • Nabi ﷺ sangat perhatian kepada kondisi umatnya, termasuk mereka yang tidak mampu.
  • Tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah meskipun kita tidak memiliki harta untuk bersedekah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah) sangat menjaga dzikir setelah shalat. Beliau selalu membaca dzikir tersebut dengan khusyuk dan tidak berbicara dengan siapa pun sampai selesai. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan amalan ini dan menjadikannya sebagai kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan.

Kisah lain, Sufyan Ats-Tsauri (rahimahullah) pernah ditanya tentang amalan yang paling utama bagi orang yang tidak mampu bersedekah. Beliau menjawab: "Dzikir kepada Allah setelah shalat, karena itu adalah amalan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ kepada orang-orang miskin agar bisa menyamai orang-orang kaya."

Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf memahami betul keutamaan dzikir ini dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Biasakan dzikir setelah shalat fardhu: Membaca Subhanallah (33x), Alhamdulillah (33x), dan Allahu Akbar (33x), lalu ditutup dengan La ilaha illallah wahdahu la syarika lah... untuk menyempurnakan 100.
  2. Jangan remehkan amalan dzikir: Meskipun terlihat sederhana, pahalanya sangat besar dan bisa menyamai amalan orang kaya yang bersedekah.
  3. Jaga konsistensi: Amalan yang kecil tetapi dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya sesekali, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah.
  4. Tanamkan semangat berlomba dalam kebaikan: Jangan pernah merasa cukup dengan amalan yang ada, tetapi teruslah berusaha meningkatkan kualitas ibadah.
  5. Jangan iri kepada orang yang lebih mampu: Karena karunia Allah itu luas, dan setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk meraih keutamaan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.