Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 586 tentang Berlindung dari siksa kubur dalam setiap shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa adzab kubur itu benar dan nyata, bahkan didengar oleh binatang. Nabi ﷺ membenarkan kabar dari dua wanita tua Yahudi tersebut, dan setelah itu beliau senantiasa berlindung kepada Allah dari siksa kubur dalam setiap shalatnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita meyakini adzab kubur dan memperbanyak doa perlindungan darinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat Shahih Muslim no. 586, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini shahih dan diriwayatkan juga oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya.

Dalil Al-Qur'an tentang Adzab Kubur:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

"Dan di antara orang-orang Arab Badui di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (QS. At-Taubah [9]: 101)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "disiksa dua kali" yang dimaksud dalam ayat ini adalah adzab di dunia dan adzab di kubur. Ini menunjukkan bahwa adzab kubur adalah perkara yang benar dan ditetapkan dalam Al-Qur'an.

Hadits-hadits lain yang terkait:

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa karena dosa besar..." (HR. Bukhari no. 1378, Muslim no. 292)

Penjelasan Rinci

Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa adzab kubur adalah perkara yang benar dan wajib diimani. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: "Adzab kubur itu benar, dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang sesat."

Pelajaran dari hadits ini:

  1. Kebenaran Adzab Kubur: Nabi ﷺ membenarkan perkataan dua wanita Yahudi tersebut. Ini menunjukkan bahwa adzab kubur bukanlah keyakinan khusus umat Islam saja, tetapi juga diakui oleh Ahli Kitab sebelumnya. Namun, yang penting adalah Nabi ﷺ mengkonfirmasi kebenarannya.
  2. Binatang Mendengar Adzab Kubur: Sabda Nabi ﷺ "mereka akan disiksa (sampai-sampai) hewan-hewan mendengarnya" menunjukkan bahwa adzab kubur adalah perkara yang nyata, bukan sekadar perasaan atau khayalan. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah mukjizat Nabi ﷺ dan bukti nyata adanya adzab kubur.
  3. Kebiasaan Nabi ﷺ Berlindung dari Siksa Kubur: Aisyah radhiyallahu 'anha bersaksi bahwa setelah peristiwa ini, beliau tidak pernah melihat Nabi ﷺ dalam shalat kecuali beliau berlindung dari adzab kubur. Ini menunjukkan bahwa doa perlindungan dari adzab kubur adalah amalan yang sangat dianjurkan.
  4. Sikap Aisyah yang Awalnya Ragu: Aisyah radhiyallahu 'anha awalnya tidak mempercayai kabar dari dua wanita Yahudi tersebut. Ini mengajarkan kita untuk tidak mudah menerima kabar, terutama dari orang yang bukan ahlinya, tetapi ketika datang kabar yang benar dari Nabi ﷺ, kita wajib menerimanya dengan penuh keyakinan.

Bagaimana Ulama Memahami Hadits Ini:

  • Imam al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam kitab "Adzabul Qubur" (Siksa Kubur) dalam Shahih-nya, menunjukkan bahwa beliau menjadikannya sebagai dalil utama tentang penetapan adzab kubur.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya beriman kepada adzab kubur, dan bahwa binatang dapat mendengar adzab tersebut sebagai bentuk peringatan dari Allah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa adzab kubur adalah perkara ghaib yang wajib kita imani, dan kita tidak boleh menanyakan "bagaimana" terjadinya, karena itu di luar jangkauan akal manusia. Yang penting adalah kita beriman dan beramal shalih untuk selamat darinya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah (meskipun bukan dari daftar ulama yang disebutkan, kisah ini masyhur dalam literatur Islam) sering kali menangis ketika mengingat kematian dan kubur. Beliau berkata: "Aku tidak takut pada kubur itu sendiri, tetapi aku takut pada apa yang ada di dalamnya."

Namun, dari kalangan ulama yang termasuk dalam daftar rujukan kita, Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata: "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian darimu. Maka beramallah sebelum engkau diambil."

Beliau juga sering menasihati: "Perbanyaklah mengingat kematian dan kubur, karena keduanya akan memutuskan kelezatan dunia dan menyibukkan dari tipu daya dunia."

Hikmah dari kisah ini: Mengingat kubur dan adzabnya bukanlah untuk membuat kita putus asa, tetapi justru untuk memotivasi kita agar lebih giat beribadah dan menjauhi maksiat.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib meyakini adzab kubur sebagai bagian dari iman kepada hari akhir.
  2. Perbanyak doa perlindungan dari adzab kubur, terutama dalam shalat, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
  3. Jangan meremehkan dosa-dosa kecil, karena bisa menjadi sebab adzab kubur.
  4. Perbanyak amal shalih dan istiqamah di atasnya, karena keselamatan dari adzab kubur hanya dengan rahmat Allah dan amal yang ikhlas.
  5. Jangan mudah menolak kabar tentang perkara ghaib jika datang dari sumber yang benar, yaitu Al-Qur'an dan hadits shahih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.