Bab Diperbolehkannya Langkah dan Dua Langkah dalam Shalat
Shahih
haddatsana yahya ibnu yahya, waqutaybahu ibnu saidin, kilahuma an abdi alazizi, qala yahya akhbarana abdu alazizi ibnu abi hazimin, an abihi, anna nafaran, jau ila sahli ibni sadin qad tamaraw fi alminbari min ai udin huwa faqala ama waallahi inni larifu min ai udin huwa waman amilahu waraaytu rasula allahi awwala yawmin jalasa alayhi - qala - faqultu lahu ya aba abbasin fahadditsna. qala arsala rasulu allahi ila amraahin qala abu hazimin innahu layusammiha yawmaidzin " anzhuri ghulamaki annajjara yamal li awadan ukallimu annasa alayha ". faamila hadzihi attsalatsa darajatin tsumma amara biha rasulu allahi fawudhiat hadza almawdhia faha min tharfai alghabahi. walaqad raaytu rasula allahi qama alayhi fakabbara wakabbara annasu waraahu wahuwa ala alminbari tsumma rafaa fanazala alqahqara hatta sajada fi ashli alminbari tsumma ada hatta faragha min akhiri shalatihi tsumma aqbala ala annasi faqala " ya uyyuha annasu inni shanatu hadza litatammu bi walitaallamu shalati ".
Dari Abu Hazim yang meriwayatkan dari ayahnya: Beberapa orang datang kepada Sahl bin Sa'd dan mulai berbeda pendapat tentang kayu dari mana mimbar (Nabi) dibuat. Sahl bin Sa'd berkata: Demi Allah, aku tahu dari kayu mana ia dibuat dan siapa yang membuatnya, dan hari ketika aku melihat Rasulullah ﷺ duduk di atasnya pada hari pertama. Aku berkata kepadanya: Wahai Abu Abbas, ceritakanlah kepada kami. Ia berkata: Rasulullah ﷺ mengutus seseorang kepada seorang wanita meminta agar budaknya, seorang tukang kayu, untuk bekerja pada kayu (untuk menyiapkan mimbar) agar aku bisa berbicara kepada orang-orang (duduk di atasnya). Abu Hazim berkata: Ia (Sahl bin Sa'd) menunjuk nama (wanita) itu pada hari itu. Maka ia (tukang kayu) membuat (mimbar) dengan tiga anak tangga ini. Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk diletakkan di sini (di tempatnya sekarang). Ia dibuat dari kayu al-Ghaba. Dan aku melihat Rasulullah ﷺ berdiri di atasnya dan memuji Allah dan orang-orang juga memuji Allah setelahnya, sementara ia di atas mimbar. Kemudian ia mengangkat (kepala dari sujud) dan mundur (di atas tumitnya) hingga ia sujud di dasar mimbar, dan kemudian kembali (ke tempat semula dan gerakan satu atau dua langkah ini berlanjut) hingga shalat selesai. Ia kemudian berpaling kepada orang-orang dan berkata: Wahai orang-orang, aku melakukan ini agar kalian mengikuti aku dan belajar (caraku) shalat.