Larangan berbicara tentang segala yang didengar
وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ " .
Ubayd Allah bin Mu’ādh al-Anbarī menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami; dan Muhammad bin ul-Muthannā menceritakan kepada kami, Abd ur-Rahman bin Mahdī keduanya menceritakan kepada kami: Shu’bah menceritakan kepada kami, dari Khubayb bin Abd ir-Rahman, dari Hafs bin Āsim, dari Abī Hurayrah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan segala yang ia dengar'.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
