Penjelasan Hadits Muslim No. 494 tentang Cara meletakkan tangan dan siku saat sujud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab sujud: telapak tangan diletakkan di lantai/tanah, siku diangkat (tidak menempel ke lantai atau menyentuh perut/paha). Tujuannya menjaga kesempurnaan sujud, kekhusyukan, dan tidak menyerupai hewan yang menempelkan sikunya. Ini termasuk sunnah yang dianjurkan dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (Shahih Muslim no. 494, Kitab ash-Shalah):

Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

> إِذَا سَجَدْتَ فَضَعْ كَفَّيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ

"Apabila engkau sujud, letakkanlah kedua telapak tanganmu (di tanah) dan angkatlah kedua sikumu."

Dalil Al-Qur'an tentang perintah sujud dan tunduk kepada Allah:

QS. Al-Hajj [22]: 77

وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"…dan kerjakanlah kebaikan, agar kamu beruntung." (Potongan ayat; perintah sujud dan beribadah kepada Allah disebutkan sebelumnya dalam ayat yang sama.)

Hadits pendukung dari Bukhari–Muslim tentang cara sujud Nabi ﷺ:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

> اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ، وَلَا يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ

"Bersikap luruslah (seimbang) dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua lengannya seperti anjing membentangkan lengannya." (HR. Bukhari & Muslim)

Kaitan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini sebagai perintah meletakkan telapak tangan dan mengangkat siku saat sujud, dan menyebutnya sebagai sunnah yang disepakati.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan larangan menyerupai hewan dalam sujud.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad merinci sifat sujud Nabi ﷺ: tujuh anggota badan menempel, siku diangkat, perut dijauhkan dari paha.

Penjelasan Rinci

Makna hadits:

  1. "Letakkan telapak tanganmu" — telapak tangan diletakkan di tanah/lantai, jari-jari rapat menghadap kiblat, sejajar dengan bahu atau telinga (sesuai riwayat lain).
  2. "Angkatlah sikumu" — siku diangkat dari lantai, tidak menempel, dan tidak menempelkan perut ke paha. Ini menjaga sujud tetap sempurna dan tidak menyerupai hewan.

Pemahaman ulama daftar:

  • Imam an-Nawawi (Syarh Muslim): hadits ini menunjukkan sunnah mengangkat siku saat sujud, dan larangan menempelkan siku ke lantai. Beliau menyebutkan ijma' (kesepakatan) ulama bahwa mengangkat siku adalah sunnah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (Fathul Bari): menjelaskan hikmahnya, yaitu menjaga kesempurnaan sujud dan membedakan sujud manusia dari hewan. Beliau juga menyebutkan riwayat-riwayat tentang posisi tangan sejajar bahu atau telinga.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (Zadul Ma'ad): merinci bahwa Nabi ﷺ mengangkat siku, menjauhkan perut dari paha, dan meletakkan tangan dengan jari rapat. Beliau menegaskan ini termasuk sunnah yang harus dijaga.
  • Syaikh Ibn Baz dan Syaikh al-Utsaimin dalam fatwa-fatwa mereka menegaskan wajibnya meletakkan tujuh anggota sujud (dahi, hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung kaki) dan sunnahnya mengangkat siku serta menjauhkan perut dari paha.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda tentang posisi tangan: sejajar bahu atau sejajar telinga. Namun semua sepakat telapak tangan diletakkan di tanah dan siku diangkat. Yang paling kuat adalah hadits ini menunjukkan kedua posisi dibolehkan, dan yang utama mengikuti riwayat yang shahih tentang posisi Nabi ﷺ.

Story Telling

Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang shalat. Suatu ketika beliau melihat seorang laki-laki sujud dengan menempelkan sikunya ke lantai dan perutnya ke paha. Beliau mengingatkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: "Jika engkau sujud, letakkan telapak tanganmu dan angkatlah sikumu." Laki-laki itu pun memperbaiki sujudnya. Hikmahnya: sunnah Nabi ﷺ dalam sujud adalah ringan namun penuh makna, menjaga kesempurnaan ibadah dan menjauhi penyerupaan dengan hewan. (Sumber: Shahih Muslim, Syarh an-Nawawi)

Kesimpulan Praktis

  1. Saat sujud, letakkan telapak tangan di lantai dengan jari rapat menghadap kiblat.
  2. Angkat siku dari lantai, jangan menempelkan siku ke lantai atau perut ke paha.
  3. Jaga tujuh anggota sujud menempel: dahi, hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung kaki.
  4. Hindari menyerupai hewan dalam sujud, karena itu larangan Nabi ﷺ.
  5. Perbaiki sujud dengan tenang dan tuma'ninah, karena itu bagian dari kesempurnaan shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?