Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam ruku dan sujudnya membaca doa: "Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta" (Maha Suci Engkau, dan dengan pujian-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau). Doa ini dibaca beliau dalam shalat malam. Ini menunjukkan bolehnya membaca doa ini dalam ruku dan sujud, meskipun bacaan yang paling utama adalah yang diajarkan secara khusus untuk ruku dan sujud.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, Bab Apa yang Dikatakan Dalam Ruku dan Sujud, nomor 485. Perawi sahabat: 'Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks Arab hadits (potongan yang relevan):
فَإِذَا هُوَ رَاكِعٌ أَوْ سَاجِدٌ يَقُولُ "سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ"
Terjemahan: "Maka ternyata dia dalam keadaan ruku atau sujud sambil berkata: Maha Suci Engkau, dan dengan pujian-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau."
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar bacaan tasbih dalam ruku dan sujud secara umum:
QS. Al-Hajj [22]: 77
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan."
Imam Muslim meriwayatkan hadits ini, dan Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya membaca doa ini dalam ruku dan sujud. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahasnya dalam konteks bacaan shalat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa poin penting:
- Konteks pertanyaan 'Atha' bin Abi Rabah kepada Ibn Juraij: 'Atha' (seorang tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan) menjelaskan bahwa ketika ruku, beliau membaca "Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta". Ini menunjukkan bahwa bacaan ini dikenal di kalangan tabi'in.
- Kisah 'Aisyah radhiyallahu 'anha: 'Aisyah kehilangan Nabi ﷺ di malam hari, mengira beliau pergi ke istri lain. Setelah mencari, beliau menemukan Nabi ﷺ sedang ruku atau sujud dengan membaca doa tersebut. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca doa ini dalam shalat malam.
- Makna doa: "Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta" mengandung tiga makna:
- Tasbih: Mensucikan Allah dari segala kekurangan.
- Tahmid: Memuji Allah dengan segala pujian.
- Tahlil: Mengakui keesaan Allah.
- Pandangan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya membaca doa ini dalam ruku dan sujud. Beliau juga menyebutkan bahwa bacaan yang paling utama adalah yang diajarkan secara khusus, yaitu "Subhaana rabbiyal 'azhiim" untuk ruku dan "Subhaana rabbiyal a'laa" untuk sujud.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi sebagian ulama yang membolehkan membaca doa ini dalam ruku dan sujud.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membaca doa ini dalam shalat malam, dan ini menunjukkan kekhusyukan beliau.
- Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berpendapat bahwa bacaan ini hanya khusus untuk shalat malam, sementara yang lain membolehkannya secara umum. Namun, pendapat yang paling kuat adalah bahwa bacaan ini boleh dibaca dalam ruku dan sujud, meskipun yang lebih utama adalah bacaan yang diajarkan secara khusus.
Story Telling
Diceritakan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha suatu malam kehilangan Nabi ﷺ. Beliau mengira Nabi ﷺ pergi ke istri lain. Dengan perasaan cemburu, beliau mencari-cari. Namun, betapa terkejutnya beliau ketika menemukan Nabi ﷺ sedang ruku atau sujud, tenggelam dalam munajat kepada Allah, membaca: "Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta". 'Aisyah kemudian berkata: "Dengan bapakku, semoga engkau dirahmati, dan dengan ibuku. Aku sedang memikirkan urusan lain, sedangkan engkau sedang sibuk dalam urusan yang lain." Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat khusyuk dalam shalat, bahkan tidak menyadari kehadiran 'Aisyah. Ini juga menunjukkan betapa cemburunya 'Aisyah, namun beliau segera menyadari kekeliruannya. (Sumber: Shahih Muslim, Kitab Shalat).
Kesimpulan Praktis
- Boleh membaca doa "Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta" dalam ruku dan sujud.
- Bacaan yang paling utama untuk ruku adalah "Subhaana rabbiyal 'azhiim" dan untuk sujud adalah "Subhaana rabbiyal a'laa".
- Hendaknya kita meneladani kekhusyukan Nabi ﷺ dalam shalat.
- Janganlah kita berprasangka buruk kepada orang lain, seperti yang dilakukan 'Aisyah, namun segera sadari dan perbaiki.
- Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.