Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa yang dibaca Nabi ﷺ saat bangkit dari ruku, yaitu memuji Allah dengan pujian yang luas memenuhi langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya. Doa ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Pemberi dan Maha Penahan, serta bahwa kedudukan dan kekayaan seseorang tidak berguna di hadapan-Nya. Intinya: memperbanyak pujian kepada Allah dan menyadari bahwa segala sesuatu hanya milik-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 478), dari sahabat Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, melalui jalur Atha' bin Abi Rabah (seorang tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan). Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna doa ini secara rinci.
Teks hadits (potongan doa):
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Terjemahan ringkas: "Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian yang memenuhi langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan memenuhi apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau layak menerima pujian dan kemuliaan. Tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan. Dan tidak berguna bagi orang yang memiliki kedudukan/kekayaan, kedudukan/kekayaannya di hadapan-Mu."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan pujian saat bangkit dari ruku dan kekuasaan Allah:
QS. Al-Baqarah [2]: 255 (potongan):
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
"Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi."
QS. Ali 'Imran [3]: 26:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Katakanlah: 'Ya Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'"
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan salah satu doa yang dibaca Nabi ﷺ ketika bangkit dari ruku (i'tidal). Para ulama yang termasuk dalam daftar rujukan membahasnya:
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung pujian yang sangat luas. Ungkapan "مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ" (memenuhi langit dan bumi) adalah bentuk hiperbola (mubalaghah) dalam memuji Allah, menunjukkan betapa luas dan agungnya pujian tersebut, meskipun Allah tidak membutuhkan pujian makhluk. Ini juga menunjukkan bahwa pujian tersebut seolah-olah memenuhi seluruh ruang ciptaan.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menyebutkan bahwa doa ini menggabungkan antara pujian (tsana') dan pengagungan (majd), serta pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya yang memberi dan menahan. Kalimat "لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ" adalah inti tauhid dalam hal rububiyyah (kekuasaan Allah), yang harus diyakini setiap hamba.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman (saat menafsirkan ayat-ayat tentang kekuasaan Allah) menegaskan bahwa semua pemberian dan penahanan hanya milik Allah, dan tidak ada yang bisa menghalangi kehendak-Nya. Ini sejalan dengan hadits di atas.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa kalimat "وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ" berarti bahwa kedudukan, kekayaan, atau kemuliaan duniawi tidak akan menyelamatkan seseorang dari azab Allah kecuali dengan amal saleh dan iman. Ini adalah peringatan agar tidak sombong dengan apa yang dimiliki.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Sebagian ulama (seperti Imam Ahmad dalam salah satu riwayat) memandang doa ini dibaca saat i'tidal, dan ada juga doa lain yang dibaca Nabi ﷺ (seperti "رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ" saja). Namun, mayoritas ulama dari daftar (an-Nawawi, Ibnu Hajar) menyatakan bahwa doa ini adalah sunnah dan boleh dibaca, dan tidak ada pertentangan; semuanya adalah bentuk pujian yang diajarkan Nabi ﷺ. Yang paling kuat adalah bahwa doa ini disyariatkan dan dianjurkan untuk dibaca saat i'tidal, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits shahih ini.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat tekun dalam menuntut ilmu dan selalu memperhatikan gerakan-gerakan Nabi ﷺ dalam shalat. Ia pernah menceritakan bahwa ia menginap di rumah bibinya, Maimunah رضي الله عنها (istri Nabi ﷺ), untuk melihat bagaimana Nabi ﷺ shalat malam. Ia memperhatikan setiap gerakan dan bacaan Nabi ﷺ, termasuk ketika bangkit dari ruku, dan ia menghafal doa ini dengan sangat teliti. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam meneladani Nabi ﷺ hingga detail terkecil. (HR. Bukhari dan Muslim secara makna).
Hikmahnya: Hendaklah kita bersemangat mempelajari sunnah Nabi ﷺ dalam ibadah, karena setiap gerakan dan bacaan memiliki keutamaan dan pahala.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah doa ini saat bangkit dari ruku (i'tidal) dalam shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah.
- Renungkan maknanya: bahwa segala pujian hanya milik Allah, dan Dia-lah yang memberi dan menahan segala sesuatu.
- Jangan sombong dengan kedudukan atau harta, karena semua itu tidak berguna di hadapan Allah kecuali dengan iman dan amal saleh.
- Ajarkan doa ini kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa memuji Allah dengan pujian yang diajarkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.