Penjelasan Hadits Muslim No. 477 tentang Doa bangkit dari ruku memuji Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan doa yang dibaca Nabi ﷺ saat bangkit dari ruku (i'tidal), yaitu pujian kepada Allah yang memenuhi langit dan bumi, pengakuan bahwa semua hamba milik Allah, dan bahwa tidak ada yang bisa menahan atau memberi kecuali Allah. Doa ini menggabungkan pujian (tsana'), pengagungan, dan tauhid dalam kepemilikan serta kekuasaan Allah. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini sunnah dibaca saat i'tidal, dan maknanya menanamkan kesadaran bahwa kekayaan serta kedudukan tidak berguna tanpa iman dan amal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 477), dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه, pada Kitab Shalat, Bab apa yang diucapkan ketika mengangkat kepala dari ruku.

Teks doa dalam hadits (berharakat):

«رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ»

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan pujian saat berdiri dari ruku dan tauhid dalam memberi/menahan:

QS. Al-Baqarah [2]: 286

«لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ»

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya... Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Dan tentang kekuasaan Allah dalam memberi dan menahan:

QS. Al-Mulk [67]: 1

«تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

"Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Penjelasan Rinci

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca doa ini ketika i'tidal, dan bahwa lafaz "رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ" adalah bentuk pujian yang sempurna. Beliau juga menyebut bahwa para ulama berbeda pendapat tentang lafaz "رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ" dan "رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ" — keduanya boleh, dan yang lebih utama mengikuti riwayat yang shahih.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (saat membahas riwayat serupa) menerangkan bahwa makna "مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ" adalah pujian yang sangat banyak, seakan memenuhi seluruh langit dan bumi, bukan pujian yang terbatas jumlahnya. Ini menunjukkan kesempurnaan pujian kepada Allah.

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ungkapan "لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ" adalah inti tauhid dalam hal rububiyyah — hanya Allah yang memberi dan menahan, sehingga hati tidak boleh bergantung kepada selain-Nya.

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa semua makhluk adalah hamba Allah ("وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ"), sehingga tidak ada yang bisa memberi manfaat atau menolak mudarat kecuali dengan izin-Nya. Ini menumbuhkan tawadhu dan rasa butuh kepada Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa "الْجَدّ" di sini bermakna kekayaan/kedudukan/kemuliaan duniawi; maksudnya, kekayaan seseorang tidak akan menyelamatkannya dari azab Allah, kecuali dengan iman dan amal shalih. Ini sesuai dengan firman Allah bahwa harta dan anak-anak tidak berguna di hari kiamat kecuali bagi orang yang datang dengan hati yang bersih.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama (seperti dalam mazhab Syafi'i dan Hanbali) menegaskan doa ini sunnah dibaca saat i'tidal, sedangkan lafaz "رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ" bisa digabung dengan "اللَّهُمَّ" atau tidak. Yang paling kuat menurut dalil adalah mengikuti lafaz yang shahih dalam hadits ini, dan boleh memilih salah satu lafaz yang shahih karena semuanya datang dari Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه adalah sahabat yang sangat tekun meriwayatkan sunnah shalat Nabi ﷺ. Suatu ketika ia mengajarkan shalat kepada penduduk Madinah dan berkata, "Dahulu kami menghafal doa-doa Nabi ﷺ dalam shalat sebagaimana kami menghafal Al-Qur'an." (Makna umum dari riwayat-riwayat tentang perhatian sahabat terhadap doa shalat.) Hikmahnya: para sahabat tidak meremehkan doa-doa shalat, bahkan menghafalnya dengan sungguh-sungguh, karena shalat adalah munajat langsung kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  • Bacalah doa i'tidal ini dengan penuh kesadaran makna: pujian yang memenuhi langit dan bumi, pengakuan sebagai hamba, dan tauhid dalam memberi/menahan.
  • Boleh memilih lafaz "رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ" atau "رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ" sesuai riwayat shahih.
  • Renungkan bahwa kekayaan dan kedudukan tidak berguna di hadapan Allah tanpa iman dan amal shalih.
  • Jangan bergantung kepada makhluk dalam hal memberi manfaat atau menolak mudarat; gantungkan hati hanya kepada Allah.
  • Ajarkan doa ini kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa menghafal dan memahami doa shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?