Shahih Muslim · Kitab Shalat · No. 447

Bab Pertengahan dalam Bacaan di Shalat yang Dikeraskan antara Keras dan Pelan jika Khawatir dari Kerasnya Menyebabkan Keburukan

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّاءَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ ‏{‏ وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا‏}‏ قَالَتْ أُنْزِلَ هَذَا فِي الدُّعَاءِ ‏.‏

Aisyah melaporkan bahwa mengenai firman Allah Yang Maha Agung dan Tinggi: "Dan janganlah kamu mengeraskan suara dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya" (QS. Al-Isra: 110) berkaitan dengan doa.