Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan pentingnya berada di barisan depan dalam shalat berjamaah, terutama bagi laki-laki. Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk maju dan mengikuti beliau, serta memperingatkan bahwa sikap suka mundur (malas ke barisan depan) akan menyebabkan Allah menempatkan mereka di belakang, baik di dunia maupun di akhirat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Ma'idah [5]: 2
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."
Ayat ini mendukung semangat berlomba dalam kebaikan, termasuk maju ke barisan depan shalat.
Hadits terkait:
Hadits riwayat Muslim no. 438 dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu:
"تَقَدَّمُوا فَائْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ لاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ"
Artinya: "Maju dan ikutilah aku, dan hendaklah orang-orang setelah kalian mengikuti kalian. Suatu kaum akan terus mundur sampai Allah menempatkan mereka di belakang."
Penjelasan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/157) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan barisan pertama dan larangan mundur ke barisan belakang tanpa uzur. Beliau juga menegaskan bahwa "diakhirkan oleh Allah" bisa berarti dihinakan di dunia atau dimasukkan ke dalam neraka di akhirat.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (4/157) mengatakan bahwa perintah maju ini adalah untuk meneladani imam dan memudahkan makmum di belakang untuk melihat dan mengikuti gerakan imam.
- Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (11/167) menekankan bahwa hadits ini menjadi dalil wajibnya merapatkan dan meluruskan barisan, serta larangan sengaja mundur ke barisan belakang jika masih ada tempat di depan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan ketika Rasulullah ﷺ melihat sebagian sahabat cenderung mundur ke barisan belakang. Beliau kemudian memerintahkan mereka untuk maju ke depan. Ada beberapa pelajaran penting:
- Perintah maju ke barisan depan
Rasulullah ﷺ bersabda: "تَقَدَّمُوا فَائْتَمُّوا بِي" (Maju dan ikutilah aku). Ini menunjukkan bahwa barisan yang paling utama adalah yang paling dekat dengan imam. Para ulama seperti Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa makmum yang paling utama adalah yang berada di shaf pertama.
- Fungsi barisan depan sebagai teladan
Sabda beliau: "وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ" (Hendaklah orang setelah kalian mengikuti kalian). Artinya, barisan depan menjadi contoh bagi barisan di belakangnya. Jika barisan depan rapi dan khusyuk, maka barisan belakang akan mengikuti. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata: "Barisan pertama adalah barisan para malaikat, maka janganlah kalian mundur darinya."
- Ancaman bagi yang suka mundur
Sabda beliau: "لاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ" (Suatu kaum akan terus mundur sampai Allah menempatkan mereka di belakang). Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (1/120) menjelaskan bahwa ini adalah ancaman serius. "Diakhirkan oleh Allah" bisa bermakna:
- Di dunia: dihinakan dan tidak diberi taufik untuk beramal saleh.
- Di akhirat: dimasukkan ke dalam neraka atau ditempatkan di derajat yang rendah.
- Hikmah di balik perintah ini
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (3/45) mengatakan bahwa maju ke barisan depan memiliki banyak hikmah, antara lain:
- Lebih fokus dan khusyuk karena dekat dengan imam.
- Mendapat pahala lebih besar karena termasuk orang yang bersegera dalam kebaikan.
- Menjadi teladan bagi yang lain.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seandainya manusia mengetahui apa yang ada pada panggilan (azan) dan barisan pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundinya." (HR. Bukhari no. 615, Muslim no. 437)
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan barisan pertama. Para sahabat sangat bersemangat untuk berada di shaf pertama. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khattab selalu berusaha berada di shaf pertama. Bahkan, Umar pernah berkata: "Barisan pertama adalah barisan yang paling utama, maka janganlah kalian menyerahkannya kepada orang yang tidak layak."
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah untuk berada di barisan pertama dalam shalat berjamaah, terutama bagi laki-laki.
- Jangan sengaja mundur ke barisan belakang jika masih ada tempat di depan.
- Jadilah teladan bagi yang lain dengan merapatkan dan meluruskan barisan.
- Hindari sifat malas dan suka mundur karena ancaman Allah akan menempatkan kita di belakang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.