Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bacaan tasyahhud (tahiyat) yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ kepada para sahabat. Awalnya mereka mengucapkan salam kepada Allah dan kepada orang-orang tertentu, lalu Nabi meluruskan bahwa Allah adalah as-Salam (Maha Sejahtera), sehingga kita tidak perlu mengucapkan salam kepada-Nya. Bacaan tasyahhud yang benar adalah seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, dan setelah itu kita boleh berdoa dengan permintaan apa pun yang kita kehendaki.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Hasyr [59]: 23
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Terjemahan: Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Maha Raja, Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Memberi Keamanan, Maha Mengawasi, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 402) dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini merupakan dalil utama tentang bacaan tasyahhud dalam shalat.
Kaitan dengan Ulama:
Imam asy-Syafi'i dalam kitabnya Al-Umm menggunakan hadits ini sebagai dasar bacaan tasyahhud yang beliau pilih. Imam Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan dan mengamalkan hadits ini. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk yang paling shahih dalam masalah tasyahhud.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan beberapa pelajaran penting:
1. Pelajaran tentang Nama Allah As-Salam
Nabi ﷺ mengoreksi kebiasaan para sahabat yang mengucapkan "Assalamu 'alallah" (salam bagi Allah). Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah adalah as-Salam." Ini menunjukkan bahwa Allah adalah sumber keselamatan dan kesejahteraan, sehingga tidak pantas kita mengucapkan salam kepada-Nya sebagaimana kita mengucapkan salam kepada makhluk. Imam Ibnul Qayyim dalam Badai'ul Fawa'id menjelaskan bahwa makna as-Salam adalah Allah yang selamat dari segala kekurangan dan aib.
2. Bacaan Tasyahhud yang Diajarkan Nabi
Nabi ﷺ mengajarkan bacaan:
- At-Tahiyyatu lillah: Segala ucapan penghormatan, pengagungan, dan pujian hanya milik Allah.
- Ash-Shalawatu: Segala ibadah, baik shalat, doa, maupun amal saleh.
- Ath-Thayyibatu: Segala perkataan dan amal yang baik.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna at-tahiyyat adalah kekekalan kerajaan dan keagungan bagi Allah. Sementara ash-shalawat mencakup semua bentuk ibadah.
3. Salam kepada Nabi dan Hamba Saleh
Ucapan "Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu" adalah salam langsung kepada Nabi ﷺ yang masih hidup saat itu. Setelah beliau wafat, para ulama berbeda pendapat. Imam Ahmad bin Hanbal dan para ulama salaf tetap mengucapkan dengan lafaz ini karena ini adalah lafaz yang diajarkan Nabi. Adapun maknanya, salam ini tetap sampai kepada Nabi ﷺ di alam barzakh.
Ucapan "Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin" mencakup semua hamba Allah yang saleh di langit dan bumi. Ini menunjukkan luasnya rahmat Islam yang mendoakan kebaikan bagi seluruh hamba yang saleh.
4. Syahadat dan Doa Setelah Tasyahhud
Setelah tasyahhud, kita mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian Nabi ﷺ memberi kebebasan untuk memilih doa apa pun yang kita kehendaki. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa doa ini bisa berupa permintaan kebaikan dunia dan akhirat, termasuk doa perlindungan dari siksa neraka dan doa untuk kedua orang tua.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam dan sangat dekat dengan Nabi ﷺ. Suatu ketika, beliau menceritakan bahwa para sahabat biasa mengucapkan salam kepada Allah dan kepada orang-orang tertentu dalam shalat. Maka Nabi ﷺ mengajarkan mereka bacaan yang lebih tepat. Ini menunjukkan betapa perhatiannya Nabi ﷺ dalam membimbing umatnya, bahkan dalam detail bacaan shalat. Beliau tidak membiarkan para sahabat terus dalam kebiasaan yang kurang tepat, meskipun niat mereka baik.
Kesimpulan Praktis
- Bacaan tasyahhud yang diajarkan Nabi ﷺ adalah yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, dan ini adalah bacaan yang paling utama.
- Kita tidak boleh mengucapkan salam kepada Allah karena Allah adalah as-Salam.
- Setelah tasyahhud dan syahadat, kita dianjurkan berdoa dengan doa apa pun yang kita inginkan, baik untuk dunia maupun akhirat.
- Bacaan tasyahhud ini mengajarkan kita untuk selalu mengagungkan Allah, menghormati Nabi ﷺ, dan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim yang saleh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.