Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 391 tentang Mengangkat tangan saat takbir, rukuk, dan bangun dari rukuk

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangan dalam shalat pada tiga tempat: saat takbiratul ihram, saat hendak rukuk, dan saat bangkit dari rukuk (i'tidal). Ini adalah sunnah yang diamalkan oleh para sahabat dan ulama salaf, termasuk Malik bin Huwairits yang meriwayatkannya. Mengangkat tangan dilakukan sejajar dengan bahu atau telinga sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

_"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah."_ (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

Ayat ini menjadi dasar kewajiban mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam ibadah, termasuk tata cara shalat.

Hadits:

Hadits riwayat Muslim no. 391 dari Malik bin Huwairits radhiyallahu 'anhu, bahwa ia melihat Nabi ﷺ mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, saat hendak rukuk, dan saat bangkit dari rukuk. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 735) dan para ulama hadits lainnya.

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (4/93) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengangkat tangan pada tiga tempat tersebut. Beliau berkata: "Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan fuqaha setelah mereka, termasuk Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad."

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (2/217) menegaskan bahwa mengangkat tangan saat takbiratul ihram, rukuk, dan i'tidal adalah sunnah yang tsabit (tetap) dari Nabi ﷺ, dan tidak ada dalil yang memansukhkan (menghapuskan) amalan ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Qilabah al-Jarmi, seorang tabi'in terpercaya, yang melihat langsung amalan Malik bin Huwairits radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat Nabi. Malik bin Huwairits meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan hal yang sama.

Tempat mengangkat tangan dalam shalat:

  1. Takbiratul ihram – saat memulai shalat, tangan diangkat sejajar bahu atau telinga.
  2. Hendak rukuk – saat akan membungkuk, tangan diangkat terlebih dahulu.
  3. Bangkit dari rukuk (i'tidal) – saat mengangkat kepala dari rukuk, tangan diangkat kembali.

Pendapat ulama tentang tempat mengangkat tangan:

  • Jumhur ulama (Imam Malik, asy-Syafi'i, Ahmad, dan lainnya) berpendapat bahwa mengangkat tangan dilakukan pada tiga tempat tersebut.
  • Imam Abu Hanifah dan sebagian pengikutnya berpendapat bahwa mengangkat tangan hanya dilakukan saat takbiratul ihram saja. Namun pendapat ini diselisihi oleh dalil-dalil yang kuat dari hadits-hadits shahih.
  • Imam al-Bukhari dan Imam Muslim memasukkan hadits ini dalam kitab shahih mereka sebagai hujjah bahwa amalan ini adalah sunnah.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Sifat Shalat Nabi (hal. 88-89) menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang mengangkat tangan pada tiga tempat ini sangat banyak dan shahih, sehingga tidak boleh ditinggalkan.

Hikmah mengangkat tangan:

  • Sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
  • Mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara lahiriah.
  • Menunjukkan kesungguhan dan kekhusyukan dalam shalat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Malik bin Huwairits radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Rasulullah ﷺ mendatangi kami – saat itu kami masih muda-muda sebaya – lalu beliau tinggal bersama kami selama dua puluh malam. Beliau sangat penyayang dan lembut. Kemudian beliau bersabda: 'Kembalilah kepada keluarga kalian, ajari mereka, dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.'" (HR. al-Bukhari no. 6008)

Dari kisah ini, kita belajar bahwa Nabi ﷺ mengajarkan shalat dengan praktik langsung, termasuk mengangkat tangan. Maka kita pun dianjurkan mencontoh beliau dalam setiap gerakan shalat.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan mengangkat tangan saat takbiratul ihram, hendak rukuk, dan bangkit dari rukuk (i'tidal).
  2. Jangan meninggalkan sunnah ini karena dalilnya sangat kuat dan jelas.
  3. Ajarkan kepada keluarga tata cara shalat sesuai sunnah, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan para sahabat.
  4. Jaga kekhusyukan saat mengangkat tangan, niatkan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.