Shahih Muslim · Kitab Shalat · No. 391

Bab Disunnahkannya Mengangkat Kedua Tangan Sejajar dengan Bahu Saat Takbiratul Ihram dan Ruku serta Saat Mengangkat Kepala dari Ruku dan Bahwa Ia Tidak Melakukannya Saat Mengangkat dari Sujud

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، أَنَّهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ إِذَا صَلَّى كَبَّرَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَ يَدَيْهِ وَحَدَّثَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَفْعَلُ هَكَذَا .

haddatsana yahya ibnu yahya, akhbarana khalidu ibnu abdi allahi, an khalidin, an abi qilabaha, annahu raa malika ibna alhuwayritsi idza shalla kabbara tsumma rafaa yadayhi waidza arada an yarkaa rafaa yadayhi waidza rafaa rasahu mina arrukui rafaa yadayhi wahaddatsa anna rasula allahi kana yafalu hakadza.

Abu Qilaba melaporkan bahwa ia melihat Malik bin Huwairith mengangkat kedua tangannya di awal shalat dan mengangkat kedua tangannya sebelum rukuk, dan mengangkat kedua tangannya setelah mengangkat kepalanya dari keadaan rukuk, dan ia meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa melakukan seperti ini.

Penjelasan