Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa adzan adalah tanda masuknya waktu shalat dan syiar Islam yang bisa dikenali dari suara. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kalimat tauhid dalam adzan menunjukkan seseorang berada di atas fitrah dan terbebas dari neraka. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa kaum muslimin tidak boleh diserang selama mereka menegakkan syiar adzan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat, no. 382, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits yang relevan:
فَسَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «عَلَى الْفِطْرَةِ»، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ»
Terjemah ringkas: "Maka beliau mendengar seorang lelaki mengucapkan: Allahu Akbar, Allahu Akbar. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dia di atas fitrah.' Kemudian lelaki itu mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallah. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Engkau telah keluar dari neraka.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan fitrah:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
QS. Ar-Rum [30]: 30
Terjemah: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Penjelasan Rinci
Hadits ini dipahami oleh para ulama dalam beberapa sisi:
Pertama, sisi keamanan dan syiar. Rasulullah ﷺ biasa memeriksa apakah terdengar adzan sebelum memerangi suatu kaum. Jika terdengar adzan, beliau menahan diri. Ini menunjukkan bahwa adzan adalah tanda keberadaan Islam dan kehormatan darah serta harta. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa apabila suatu kaum menampakkan syiar Islam, maka tidak boleh diserang, karena adzan menandakan mereka masuk dalam hukum Islam.
Kedua, sisi tauhid dan fitrah. Ketika beliau mendengar kalimat "Allahu Akbar", beliau bersabda "ala al-fithrah" (di atas fitrah). Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maknanya adalah kalimat takbir itu merupakan pengakuan atas keesaan Allah dan kebesaran-Nya, yang sejalan dengan fitrah manusia. Sedangkan ucapan syahadat menunjukkan seseorang telah keluar dari neraka, karena syahadat adalah kalimat yang menyelamatkan dari kekufuran.
Ketiga, sisi keutamaan kalimat tauhid. Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa kalimat "Laa ilaaha illallah" adalah kalimat yang paling utama, dan siapa yang mengucapkannya dengan ikhlas akan keluar dari neraka. Hadits ini menunjukkan bahwa penggembala kambing tersebut, meskipun sederhana, telah mengucapkan kalimat tauhid yang menyelamatkannya.
Keempat, sisi adab dakwah. Rasulullah ﷺ tidak langsung menyerang, tetapi mendengarkan terlebih dahulu. Ini mengajarkan kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan darah dan harta manusia.
Story Telling
Dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa keluar untuk menyerang musuh ketika fajar menyingsing. Beliau menunggu dan mendengarkan dengan saksama. Jika terdengar adzan, beliau menahan diri; jika tidak, beliau melanjutkan.
Pada suatu pagi, beliau mendengar seorang lelaki mengumandangkan adzan. Lelaki itu mengucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar". Rasulullah ﷺ langsung bersabda: "Dia di atas fitrah." Kemudian lelaki itu melanjutkan: "Asyhadu an laa ilaaha illallah." Rasulullah ﷺ bersabda: "Engkau telah keluar dari neraka."
Para sahabat kemudian melihat siapa lelaki itu. Ternyata dia hanyalah seorang penggembala kambing, bukan seorang pemimpin atau tokoh. Namun kalimat tauhid yang ia ucapkan memiliki kedudukan yang sangat besar di sisi Allah. Kisah ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari status sosialnya, tetapi dari tauhid dan keikhlasannya.
Kesimpulan Praktis
- Adzan adalah syiar Islam yang harus dihormati; keberadaannya menandakan kehormatan darah dan harta kaum muslimin.
- Kalimat takbir dan syahadat adalah kalimat fitrah yang menyelamatkan dari neraka.
- Jangan meremehkan seseorang karena status sosialnya; bisa jadi ia lebih mulia di sisi Allah karena tauhidnya.
- Hendaklah kita menjaga adzan dan menjawabnya, karena ia adalah pengingat akan keesaan Allah.
- Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan nyawa dan harta, sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.