Bab Wanita yang Mengalami Istihadhah dan Mandi serta Shalatnya
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتِ اسْتَفْتَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ بِنْتُ جَحْشٍ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ إِنِّي أُسْتَحَاضُ . فَقَالَ " إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ فَاغْتَسِلِي ثُمَّ صَلِّي " . فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ . قَالَ اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ لَمْ يَذْكُرِ ابْنُ شِهَابٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ أَنْ تَغْتَسِلَ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ وَلَكِنَّهُ شَىْءٌ فَعَلَتْهُ هِيَ . وَقَالَ ابْنُ رُمْحٍ فِي رِوَايَتِهِ ابْنَةُ جَحْشٍ وَلَمْ يَذْكُرْ أُمَّ حَبِيبَةَ .
'Aisyah melaporkan: Umm Habiba binti Jahsh meminta fatwa dari Rasulullah (ﷺ): Aku adalah seorang wanita yang darahnya terus mengalir (setelah masa haid). Beliau (Nabi yang Mulia) berkata: Itu hanyalah urat, maka mandilah dan shalatlah; dan dia mandi pada setiap waktu shalat. Laith bin Sa'd berkata: Ibn Shihab tidak menyebutkan bahwa Rasulullah (ﷺ) memerintahkan Umm Habiba binti Jahsh untuk mandi pada setiap waktu shalat, tetapi dia melakukannya atas kehendaknya sendiri. Dan dalam riwayat yang disampaikan oleh Ibn Rumh tidak disebutkan Umm Habiba (dan hanya disebutkan putri Jahsh saja).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
