Bab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، { وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا} الآيَةَ قَالَتْ أُنْزِلَتْ فِي الْمَرْأَةِ تَكُونُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَطُولُ صُحْبَتُهَا فَيُرِيدُ طَلاَقَهَا فَتَقُولُ لاَ تُطَلِّقْنِي وَأَمْسِكْنِي وَأَنْتَ فِي حِلٍّ مِنِّي . فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ .
Aisyah berkata sehubungan dengan ayat: "Dan jika seorang wanita merasa takut akan perlakuan buruk dari suaminya atau bahwa dia mungkin berpaling darinya" (iv. 128) bahwa ayat ini diturunkan dalam kasus seorang wanita yang telah lama berhubungan dengan seorang pria (sebagai istrinya) dan sekarang dia berniat menceraikannya dan dia berkata: Jangan ceraikan aku, tetapi pertahankan aku (sebagai istri di rumahmu) dan kamu diperbolehkan untuk hidup dengan istri lain. Dalam konteks inilah ayat ini diturunkan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
