Bab Larangan Memuji Jika Terlalu Berlebihan dan Khawatir Terjadi Fitnah pada yang Dipuji
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ مَدَحَ رَجُلٌ رَجُلاً عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم - قَالَ - فَقَالَ " وَيْحَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ " . مِرَارًا " إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لاَ مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلاَنًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلاَ أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ كَذَا وَكَذَا " .
'Abd al-Rahman bin Abu Bakra melaporkan dari ayahnya bahwa seseorang memuji orang lain di hadapan Rasulullah (ﷺ), lalu beliau bersabda: "Celakalah kamu, engkau telah mematahkan leher temanmu, engkau telah mematahkan leher temanmu." Beliau mengucapkannya dua kali. Jika salah seorang di antara kalian harus memuji temannya, maka hendaklah ia mengatakan: "Saya mengira (dia) seperti itu dan Allah yang mengetahuinya, dan saya tidak tahu rahasia hati dan Allah yang mengetahui akhir yang ditentukan, dan saya tidak dapat bersaksi tentang kesuciannya di hadapan Allah, tetapi (ia tampak) seperti itu dan itu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
