Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan seorang laki-laki yang diberi petunjuk oleh Allah melalui suara dari awan untuk menyirami kebun milik seseorang. Ketika ia menemui pemilik kebun dan menanyakan namanya, ternyata nama pemilik kebun itu sama dengan yang disebut dalam suara awan. Pemilik kebun itu kemudian menjelaskan bahwa ia membagi hasil kebunnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk sedekah, sepertiga untuk makan keluarganya, dan sepertiga untuk modal kembali ke kebun. Hadits ini mengajarkan tentang keutamaan bersedekah dan bagaimana Allah menjaga hamba-Nya yang dermawan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Baqarah [2]: 261
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Zuhd dan Raqa'iq, Bab Sedekah kepada Orang-orang Miskin, nomor 2984, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersedekah dan bagaimana Allah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya yang dermawan. Beliau juga menyebutkan bahwa kisah ini adalah mukjizat Nabi ﷺ karena beliau menceritakan peristiwa yang terjadi di masa lalu atau masa depan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:
- Keutamaan Bersedekah:
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitab Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa sedekah adalah amalan yang sangat dicintai Allah. Dalam hadits ini, pemilik kebun membagi hasilnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk sedekah, sepertiga untuk keluarganya, dan sepertiga untuk modal. Ini menunjukkan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan duniawi.
- Allah Menjaga Hamba-Nya yang Dermawan:
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya yang dermawan melalui cara-cara yang tidak disangka-sangka. Dalam hadits ini, Allah mengutus awan untuk menyirami kebun orang yang dermawan tersebut.
- Pentingnya Niat yang Ikhlas:
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarij as-Salikin menekankan bahwa amalan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Pemilik kebun tidak menyebut-nyebut sedekahnya, tetapi ketika ditanya, ia menjawab dengan jujur.
- Kisah Ini sebagai Mukjizat Nabi ﷺ:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa hadits ini termasuk mukjizat Nabi ﷺ karena beliau menceritakan peristiwa yang tidak mungkin diketahui kecuali melalui wahyu. Ini menunjukkan kebenaran kenabian beliau.
- Tiga Pembagian Harta:
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa pembagian ini adalah contoh yang baik. Sepertiga untuk sedekah, sepertiga untuk kebutuhan keluarga, dan sepertiga untuk modal. Ini mengajarkan keseimbangan antara ibadah, tanggung jawab keluarga, dan pengembangan harta.
Story Telling
Kisah ini mengingatkan kita pada sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah orang yang sangat dermawan. Ketika Nabi ﷺ meminta umatnya bersedekah, Abu Bakar membawa seluruh hartanya. Nabi ﷺ bertanya, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).
Kisah dalam hadits ini juga mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru Allah akan menggantinya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Saba' [34]: 39, "Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya."
Kesimpulan Praktis
- Bersedekahlah dengan Ikhlas: Jangan mengharap pujian atau balasan dari manusia. Allah akan menjaga dan memberkahi harta yang disedekahkan.
- Seimbangkan Antara Sedekah, Keluarga, dan Modal: Ikuti contoh pemilik kebun dalam hadits ini. Jangan berlebihan dalam sedekah sehingga melalaikan kewajiban keluarga.
- Yakinlah dengan Janji Allah: Allah akan mengganti sedekah dengan berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.
- Jangan Meremehkan Sedekah Kecil: Sedekah sekecil apapun bisa menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.