Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits tentang tanda-tanda besar hari kiamat. Isinya menjelaskan tentang keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa 'alaihissalam untuk membunuhnya, kemudian kehidupan yang penuh kedamaian selama tujuh tahun, lalu datangnya angin dingin yang mencabut nyawa setiap orang beriman, sehingga yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat. Setelah itu, ditiuplah sangkakala pertama yang mematikan seluruh makhluk, lalu hujan diturunkan untuk menumbuhkan kembali jasad manusia, dan ditiuplah sangkakala kedua untuk kebangkitan. Hadits ini juga menyebutkan bahwa dari setiap seribu orang, sembilan ratus sembilan puluh sembilan masuk neraka, dan satu orang masuk surga.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "Keluarnya Dajjal dan Masa Tinggalnya di Bumi serta Turunnya Isa dan Pembunuhannya Terhadapnya", nomor 2940, dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu.
Ayat-ayat yang berkaitan dengan kandungan hadits ini:
- QS. Az-Zukhruf [43]: 61 tentang turunnya Nabi Isa sebagai tanda hari kiamat:
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
"Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi tanda (dekatnya) hari kiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentangnya, dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."
- QS. An-Naml [27]: 87 tentang tiupan sangkakala:
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
"Dan (ingatlah) pada hari ketika sangkakala ditiup, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri."
- QS. Al-Qalam [68]: 42 tentang hari betis disingkapkan:
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ
"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan, dan mereka dipanggil untuk bersujud, tetapi mereka tidak mampu."
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung banyak pelajaran tentang tanda-tanda besar hari kiamat secara berurutan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Arba'in dan kitab-kitabnya tentang fitan juga menjelaskan bahwa urutan peristiwa dalam hadits ini adalah: Dajjal, turunnya Isa, angin dingin yang mematikan orang beriman, lalu tiupan sangkakala.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu. Ada beberapa poin penting yang perlu dijelaskan:
1. Tentang penetapan waktu kiamat
Di awal hadits, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Abdullah bin 'Amr tentang hadits yang menyebutkan waktu kiamat. Maka Abdullah bin 'Amr menjawab dengan tegas bahwa ia tidak pernah menyebutkan waktu kiamat secara pasti. Ia hanya mengatakan bahwa akan terjadi peristiwa besar, yaitu terbakarnya Ka'bah. Ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu kiamat secara pasti, sebagaimana firman Allah dalam QS. Luqman [31]: 34. Para ulama seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penetapan waktu kiamat secara pasti adalah perkara ghaib yang hanya Allah ketahui.
2. Tentang Dajjal dan masa tinggalnya
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Dajjal akan keluar di tengah umat ini dan tinggal selama empat puluh — perawi (Nu'man bin Salim) ragu apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keraguan ini dari perawi, bukan dari Nabi ﷺ. Yang jelas, Dajjal akan tinggal di bumi dalam waktu yang cukup lama. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah menjelaskan bahwa masa tinggal Dajjal yang paling kuat adalah empat puluh hari, di mana satu harinya seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu minggu, dan hari-hari lainnya seperti hari-hari biasa — berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih.
3. Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam
Allah akan mengutus Nabi Isa putra Maryam yang bentuknya mirip dengan 'Urwah bin Mas'ud Ats-Tsaqafi (sahabat yang terkenal). Nabi Isa akan mencari Dajjal dan membunuhnya. Ini sesuai dengan hadits-hadits lain yang menjelaskan bahwa Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus, lalu membunuh Dajjal di pintu Ludd (Lod, di Palestina). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda besar hari kiamat yang wajib diimani.
4. Kehidupan damai selama tujuh tahun
Setelah Dajjal dibunuh, manusia hidup selama tujuh tahun dalam kedamaian tanpa permusuhan antara dua orang. Ini menunjukkan bahwa setelah kejahatan Dajjal dihilangkan, Allah memberikan ketenangan dan keamanan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
5. Angin dingin dari arah Syam
Allah mengirimkan angin dingin dari arah Syam yang mencabut nyawa setiap orang yang di hatinya ada kebaikan atau iman sebesar biji dzarrah. Angin ini akan masuk ke dalam gua-gua dan celah-celah gunung untuk menjangkau orang-orang beriman. Ini menunjukkan bahwa Allah menjaga hamba-Nya yang beriman agar tidak menyaksikan keburukan di akhir zaman. Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim menjelaskan bahwa setelah angin ini, tidak ada lagi orang beriman di muka bumi.
6. Manusia-manusia jahat yang tersisa
Yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat yang sifatnya seperti burung (cepat dan tidak berpikir) dan berakhlak seperti binatang buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Setan akan datang kepada mereka dalam bentuk manusia dan memerintahkan mereka menyembah berhala, dan mereka pun mengikutinya. Namun rezeki mereka tetap baik dan kehidupan mereka nyaman. Ini menunjukkan bahwa rezeki bukanlah tanda keridhaan Allah, karena orang-orang kafir dan jahat pun bisa mendapatkan rezeki yang melimpah.
7. Tiupan sangkakala pertama
Kemudian ditiuplah sangkakala pertama. Tidak ada yang mendengarnya kecuali ia memiringkan lehernya. Orang pertama yang mendengarnya adalah seorang laki-laki yang sedang memperbaiki kolam minum untanya. Ia pingsan, dan semua manusia ikut pingsan. Ini adalah tiupan kematian (nafkhah ash-sha'iq).
8. Hujan yang menumbuhkan jasad
Setelah itu, Allah menurunkan hujan seperti embun (atau seperti naungan — perawi ragu). Dari hujan itu, jasad-jasad manusia tumbuh kembali. Ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali manusia. Imam Al-Qurthubi (dalam At-Tadzkirah) menjelaskan bahwa jasad manusia akan ditumbuhkan kembali dari tanah sebelum ruh dikembalikan.
9. Tiupan sangkakala kedua dan kebangkitan
Kemudian ditiup sangkakala kedua, dan semua manusia bangkit dari kubur dalam keadaan berdiri dan melihat. Lalu ada seruan: "Wahai manusia, datanglah kepada Tuhan kalian! Dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya." Ini adalah hari perhitungan.
10. Keluarnya penghuni neraka
Dikatakan: "Keluarkanlah kelompok untuk neraka!" Maka ditanya: "Berapa banyak?" Dijawab: "Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan." Ini adalah hari yang membuat anak-anak menjadi beruban karena ketakutannya, dan hari ketika betis disingkapkan. Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah gambaran dahsyatnya hari kiamat, dan bahwa dari setiap seribu orang, hanya satu yang selamat. Ini menunjukkan betapa sedikitnya orang yang beriman dengan benar di akhir zaman.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan tentang sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang fitnah dan tanda-tanda kiamat. Suatu hari, ada seorang laki-laki datang kepadanya dan bertanya tentang hadits yang ia sampaikan mengenai waktu kiamat. Abdullah bin 'Amr pun menjawab dengan penuh kehati-hatian. Ia berkata: "Subhanallah, atau La ilaha illallah, atau kalimat yang semisalnya. Sungguh aku hampir bertekad untuk tidak menceritakan apa pun kepada siapa pun selamanya. Aku hanya mengatakan bahwa kalian akan melihat setelah beberapa waktu suatu peristiwa besar, yaitu terbakarnya Baitullah (Ka'bah)."
Kisah ini menunjukkan kehati-hatian para sahabat dalam menyampaikan hadits. Mereka sangat takut jika ada orang yang salah memahami perkataan mereka. Abdullah bin 'Amr tidak ingin ada orang yang mengira bahwa ia mengetahui waktu kiamat, padahal itu adalah perkara ghaib. Ini pelajaran bagi kita untuk tidak mudah berbicara tentang perkara ghaib tanpa dalil yang jelas.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani tanda-tanda besar hari kiamat seperti keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa, angin dingin, dan tiupan sangkakala, karena ini adalah berita dari Rasulullah ﷺ yang shahih.
- Tidak boleh menetapkan waktu kiamat secara pasti, karena itu adalah ilmu Allah semata. Kita hanya mengetahui tanda-tandanya, bukan waktu pastinya.
- Bersiap diri dengan iman dan amal shalih, karena hanya orang yang beriman yang akan diselamatkan dari fitnah Dajjal dan akan dicabut nyawanya oleh angin dingin sebelum keburukan merajalela.
- Jangan tertipu dengan banyaknya harta dan kenikmatan dunia, karena orang-orang jahat di akhir zaman pun mendapatkan rezeki yang baik dan kehidupan yang nyaman.
- Memperbanyak doa agar dijaga dari fitnah Dajjal, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.