Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2937 tentang Dajjal pemuda buta mata, umat diminta waspada

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits terpanjang dan terlengkap tentang fitnah Dajjal. Hadits ini mengajarkan kita beberapa hal penting: 1) Bahaya Dajjal sangat besar, namun ada hal yang lebih dikhawatirkan Nabi ﷺ daripada Dajjal, yaitu fitnah dunia. 2) Perlindungan dari Dajjal adalah dengan menghafal dan membaca awal surat Al-Kahfi. 3) Kita harus tetap istiqamah dan bersabar dalam menghadapi cobaan, serta yakin bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang beriman. 4) Hadits ini juga mengabarkan tentang turunnya Nabi Isa 'alaihissalam yang akan membunuh Dajjal, kemudian munculnya Ya'juj dan Ma'juj, hingga akhirnya dunia ini akan berakhir dengan datangnya hari kiamat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "Dzikr Ad-Dajjal wa Shifatihi wa Ma Ma'ahu" (No. 2937). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan redaksi yang serupa.

Dalil Al-Qur'an tentang Dajjal dan Kiamat:

  1. QS. Al-Kahfi [18]: 9-10 (Tentang perlindungan dari fitnah, termasuk fitnah Dajjal)

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا (٩) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (١٠)

Terjemahan: "(9) Atau engkau mengira bahwa orang-orang yang menghuni gua dan (yang mempunyai) raqim itu termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan? (10) (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, 'Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.'"

  1. QS. Al-Anbiya' [21]: 96-97 (Tentang keluarnya Ya'juj dan Ma'juj)

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ (٩٦) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ (٩٧)

Terjemahan: "(96) Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (97) Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang kafir terbelalak. (Mereka berkata), 'Celakalah kami! Sungguh kami dahulu lalai tentang (hari) ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.'"

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah hadits yang agung dan mencakup banyak tanda-tanda besar hari kiamat. Beliau juga menjelaskan makna "فَاقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ" (perkirakanlah kadarnya) yaitu dengan memperkirakan waktu shalat berdasarkan pergerakan matahari atau jam, karena hari itu sangat panjang.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat mensyarah hadits-hadits tentang Dajjal di Shahih Bukhari) banyak menukil perkataan para ulama tentang ciri-ciri Dajjal dan cara menghadapinya, termasuk perintah membaca awal surat Al-Kahfi.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitabnya tentang fitnah akhir zaman menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya fitnah Dajjal dan pentingnya berlindung kepada Allah darinya, serta keutamaan surat Al-Kahfi sebagai perisai.

Penjelasan Rinci

Hadits ini sangat kaya akan pelajaran. Mari kita bedah poin-poin pentingnya:

  1. Kekhawatiran Nabi ﷺ yang Lebih Besar dari Dajjal:

Ketika para sahabat merasa cemas karena gambaran Dajjal yang begitu mengerikan, Nabi ﷺ menenangkan mereka dengan mengatakan, "غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ" (Bukan Dajjal yang paling aku khawatirkan atas kalian). Ini adalah pelajaran besar. Para ulama menjelaskan bahwa yang lebih dikhawatirkan Nabi ﷺ adalah fitnah dunia (harta, jabatan, wanita, syahwat) yang bisa melalaikan manusia dari agama. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang fitnah menjelaskan bahwa fitnah syubhat (kesesatan pemikiran) dan fitnah syahwat (hawa nafsu) adalah dua fitnah besar yang telah menimpa umat sepanjang sejarah, dan keduanya lebih halus serta lebih banyak menjangkiti manusia daripada fitnah Dajjal yang jelas-jelas kekafirannya.

  1. Ciri-ciri Dajjal:

Nabi ﷺ menggambarkan Dajjal sebagai pemuda dengan rambut keriting (قَطَطٌ), matanya buta sebelah (طَافِئَةٌ), dan beliau menyerupakannya dengan 'Abdul 'Uzza bin Qathan. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah manusia biasa, bukan jin atau makhluk aneh. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah dan kitab-kitabnya tentang akhir zaman menekankan bahwa Dajjal adalah manusia dari keturunan Adam, dan hadits-hadits shahih telah menjelaskan ciri-cirinya secara gamblang agar kaum muslimin tidak tertipu oleh pengakuannya sebagai Tuhan.

  1. Perintah Membaca Awal Surat Al-Kahfi:

Nabi ﷺ bersabda, "فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ" (Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya, maka bacakanlah atasnya ayat-ayat pembuka surat Al-Kahfi). Para ulama menjelaskan hikmahnya karena di dalam awal surat Al-Kahfi terdapat kisah Ashabul Kahfi yang berlindung dari fitnah agama, dan kisah tentang hakekat kekuasaan Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kisah Ashabul Kahfi adalah contoh nyata bagaimana pemuda-pemuda beriman berlindung kepada Allah dari fitnah dan tetap teguh di atas kebenaran meskipun diancam oleh penguasa yang zalim. Ini adalah "penangkal" yang paling ampuh untuk menghadapi Dajjal yang membawa fitnah besar.

  1. Lama Tinggal Dajjal dan Cara Shalat:

Dajjal tinggal di bumi selama 40 hari: satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan hari-hari lainnya seperti hari biasa. Ketika para sahabat bertanya tentang shalat di hari yang panjangnya seperti setahun, Nabi ﷺ menjawab, "اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ" (perkirakanlah kadarnya). Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maknanya adalah perkirakanlah waktu shalat berdasarkan ukuran siang dan malam yang biasa, yaitu dengan membagi 24 jam menjadi 5 waktu shalat. Ini menunjukkan bahwa syariat tetap berlaku dan tidak gugur dalam kondisi apapun, namun dengan penyesuaian yang logis.

  1. Kekuatan dan Kecepatan Dajjal:

Dajjal berjalan sangat cepat seperti awan yang ditiup angin. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menguji manusia: ia bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tanaman bagi orang-orang yang mengikutinya, dan sebaliknya ia bisa menyebabkan kekeringan bagi orang-orang yang menolaknya. Ini adalah ujian dari Allah untuk membedakan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang lemah imannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa mukjizat dan kemampuan luar biasa yang diberikan kepada Dajjal adalah ujian, bukan bukti kebenarannya. Seorang mukmin sejati tidak akan tertipu oleh hal-hal duniawi semacam itu.

  1. Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam:

Setelah Dajjal berbuat kerusakan, Allah mengutus Nabi Isa 'alaihissalam yang turun di menara putih di timur Damaskus. Ia akan memburu Dajjal dan membunuhnya di pintu gerbang Ludd (Lod). Ini adalah kabar gembira bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebatilan. Syaikh Shalih al-Fauzan dalam kitab-kitab aqidahnya menjelaskan bahwa keyakinan akan turunnya Nabi Isa adalah bagian dari iman kepada hal-hal ghaib dan tanda-tanda hari kiamat, dan ini adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berpegang teguh pada nash-nash shahih.

  1. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj serta Kehancuran Mereka:

Setelah Dajjal terbunuh, Allah mengeluarkan Ya'juj dan Ma'juj yang jumlahnya sangat banyak dan merusak bumi. Mereka meminum air Danau Thabariyah hingga kering. Nabi Isa dan para pengikutnya berlindung di Gunung Thur. Kemudian Allah mengirimkan ulat (النَّغَف) ke leher-leher mereka sehingga mereka mati seketika. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Besar, yang mampu membinasakan makhluk yang sangat banyak dengan makhluk yang sangat kecil. Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi Al-Fitan wa Al-Malahim dan tafsirnya menjelaskan peristiwa ini secara rinci berdasarkan hadits-hadits shahih, sebagai bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  1. Kematian Seluruh Mukmin dan Terjadinya Kiamat:

Setelah bumi bersih dari kejahatan Ya'juj dan Ma'juj, Allah mengirimkan angin yang harum dan lembut yang mencabut nyawa setiap orang yang beriman. Yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat yang hidup seperti keledai, dan mereka inilah yang akan menjadi saksi saat kiamat tiba. Ini menunjukkan bahwa kiamat tidak akan terjadi kecuali di atas manusia-manusia yang paling jahat.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa mengambil pelajaran dari sikap para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang sangat serius dalam menanggapi setiap perkataan Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ menyebutkan Dajjal, mereka langsung merasa cemas dan takut, bahkan membayangkan Dajjal sudah berada di dekat mereka. Ini menunjukkan keimanan mereka yang kuat terhadap berita ghaib.

Namun, Nabi ﷺ dengan bijak menenangkan mereka dan mengalihkan kekhawatiran mereka kepada hal yang lebih penting, yaitu fitnah dunia. Ini adalah pelajaran bagi kita: jangan hanya takut pada hal-hal besar yang belum tentu terjadi, tetapi waspadalah terhadap hal-hal kecil yang setiap hari bisa menjerumuskan kita, seperti maksiat, lalai dari shalat, dan cinta dunia yang berlebihan.

Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Fawa'id pernah berkata, "Sesungguhnya syaitan itu lebih dekat kepada anak Adam daripada urat lehernya sendiri. Maka waspadalah, karena fitnah syubhat dan syahwat adalah dua sayap syaitan untuk menjerumuskan manusia." Kisah para sahabat ini mengajarkan kita untuk selalu waspada dan berlindung kepada Allah dari segala fitnah, baik yang kecil maupun yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak Membaca dan Menghafal Surat Al-Kahfi, terutama ayat-ayat awal dan akhirnya, sebagai benteng dari fitnah Dajjal dan segala bentuk kesesatan.
  2. Waspadai Fitnah Dunia. Jangan terlalu sibuk dengan harta, jabatan, dan kesenangan dunia hingga melupakan akhirat. Ini adalah fitnah yang lebih halus dan lebih berbahaya daripada Dajjal.
  3. Tetap Istiqamah dalam Ibadah. Dalam kondisi sesulit apapun, jangan tinggalkan shalat dan kewajiban lainnya. Sesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi yang ada.
  4. Yakinlah bahwa Kebenaran Pasti Menang. Kisah turunnya Nabi Isa dan terbunuhnya Dajjal adalah jaminan bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang beriman.
  5. Berlindunglah kepada Allah dari Fitnah Dajjal, terutama dalam shalat, dengan membaca doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa a'udzu bika min fitnatil masihid dajjal..."

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.