Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda besar dekatnya hari kiamat, yaitu penaklukan kota Konstantinopel (Istanbul sekarang) oleh tujuh puluh ribu pasukan dari kalangan Bani Ishaq (yakni keturunan Nabi Ishaq 'alaihis salam, bukan dari kalangan Arab). Penaklukan ini terjadi dengan cara yang sangat ajaib, yaitu tanpa menggunakan senjata atau panah, melainkan cukup dengan ucapan "Laa ilaaha illallah wallahu akbar" (Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar). Setelah mereka mendapatkan harta rampasan dan sedang membaginya, tiba-tiba datang kabar bahwa Dajjal telah keluar, sehingga mereka segera meninggalkan semuanya untuk menghadapi Dajjal. Ini menunjukkan keutamaan dzikir, kekuatan tauhid, dan juga perhatian besar para sahabat terhadap kabar tentang Dajjal.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "La Taqumu As-Sa'ah Hatta Yaghzuha Sab'una Al-fan min Bani Ishaq" (Bab Tidak Akan Terjadi Hari Kiamat Hingga Tujuh Puluh Ribu dari Bani Ishaq Menyerangnya), no. 2920. Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Meskipun hadits ini adalah kabar ghaib tentang masa depan, kita dapat mengaitkannya dengan firman Allah tentang pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan berdzikir. Allah Ta'ala berfirman:
وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
"Dan sungguh, Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."
(QS. Al-Hajj [22]: 40)
Ayat ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah bisa datang dengan cara yang tidak disangka-sangka, sebagaimana dalam hadits ini, kemenangan diperoleh bukan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan kekuatan iman dan dzikir.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Al-Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (kitab beliau Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj), menjelaskan bahwa kota yang dimaksud dalam hadits ini adalah Konstantinopel. Beliau menukil penjelasan para ulama bahwa kota ini memiliki dua sisi, satu di darat dan satu di laut. Ini adalah pemahaman yang masyhur di kalangan ulama.
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ tentang peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Mari kita pahami poin-poin pentingnya:
- Kota yang Dimaksud: Para ulama, termasuk Al-Imam An-Nawawi dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fath Al-Bari saat membahas hadits serupa riwayat Imam Muslim), menjelaskan bahwa kota yang dimaksud adalah Konstantinopel (sekarang Istanbul). Kota ini terkenal memiliki satu sisi yang menghadap ke daratan Eropa dan sisi lainnya menghadap ke laut (Selat Bosphorus). Ini adalah penafsiran yang kuat dan masyhur.
- Tujuh Puluh Ribu dari Bani Ishaq: Yang dimaksud adalah pasukan yang berasal dari keturunan Nabi Ishaq 'alaihis salam. Ini menunjukkan bahwa pasukan penakluk Konstantinopel bukanlah dari bangsa Arab (yang merupakan keturunan Nabi Ismail), melainkan dari kaum yang lain, seperti bangsa Romawi atau Turki yang telah masuk Islam. Ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ, karena Konstantinopel benar-benar ditaklukkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih (dari Turki Utsmani) pada tahun 1453 M, dan pasukannya bukan dari Arab.
- Cara Penaklukan yang Ajaib: Ini adalah inti dari hadits ini. Mereka tidak berperang dengan senjata atau panah, tetapi cukup dengan ucapan "Laa ilaaha illallah wallahu akbar". Ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan kalimat tauhid. Ketika iman dan tauhid benar-benar tertanam di hati, Allah bisa memberikan kemenangan dengan cara yang tidak terduga. Ini juga mengajarkan kita bahwa kekuatan hakiki bukanlah pada banyaknya senjata, tetapi pada kekuatan iman dan pertolongan Allah.
- Kemunculan Dajjal: Setelah mereka berhasil menaklukkan kota dan sedang membagi harta rampasan, tiba-tiba datang kabar bahwa Dajjal telah keluar. Ini menunjukkan bahwa peristiwa penaklukan Konstantinopel terjadi sebelum keluarnya Dajjal. Kabar ini membuat mereka segera meninggalkan harta rampasan dan bersiap menghadapi fitnah terbesar di muka bumi. Ini mengajarkan kita bahwa urusan dunia (harta rampasan) menjadi tidak berarti ketika menghadapi urusan agama yang lebih besar, yaitu memerangi Dajjal.
Catatan Penting dari Ulama:
Al-Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau mengabarkan peristiwa yang belum terjadi dan ternyata benar-benar terjadi. Beliau juga menegaskan bahwa penaklukan ini adalah salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitab beliau tentang fitnah dan akhir zaman, sering mengingatkan bahwa hadits-hadits tentang tanda-tanda kiamat harus dipahami secara tekstual namun tetap dalam koridor pemahaman salaf. Beliau menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah kabar ghaib yang pasti terjadi, dan kita wajib mengimaninya meskipun akal kita tidak mampu menjangkaunya.
Story Telling
Dahulu, para sahabat sangat antusias mendengar kabar tentang masa depan umat ini. Suatu ketika, Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabat tentang kota yang akan ditaklukkan oleh pasukan dari Bani Ishaq. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian, karena mereka tahu bahwa setiap kabar dari Nabi ﷺ adalah benar.
Di antara mereka ada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang sangat bersemangat menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ. Beliau meriwayatkan hadits ini dengan sangat teliti, hingga kita bisa membacanya hari ini. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga ilmu dan menyampaikannya kepada generasi setelahnya.
Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya kita untuk selalu waspada terhadap kabar-kabar akhir zaman, dan yang terpenting adalah mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih. Jangan sampai kita tertipu oleh gemerlap dunia, karena fitnah Dajjal akan datang dan hanya orang-orang yang kuat imannya yang selamat.
Kesimpulan Praktis
- Imani Kabar Ghaib: Kita wajib mengimani semua kabar yang disampaikan Nabi ﷺ tentang tanda-tanda kiamat, termasuk hadits ini, meskipun belum terjadi di zaman kita.
- Jaga Kekuatan Tauhid: Hadits ini mengajarkan bahwa kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah" memiliki kekuatan yang luar biasa. Perbanyaklah dzikir dan perkuat keyakinan kita kepada Allah, karena itulah senjata terkuat seorang mukmin.
- Jangan Terlalu Cinta Dunia: Para pasukan penakluk Konstantinopel rela meninggalkan harta rampasan yang banyak demi menghadapi Dajjal. Ini pelajaran bagi kita untuk tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, tetapi jadikan akhirat sebagai tujuan.
- Persiapkan Diri Menghadapi Fitnah: Kabar tentang Dajjal adalah peringatan bagi kita untuk memperdalam ilmu agama, karena hanya dengan ilmu dan iman yang kuat kita bisa selamat dari fitnah-fitnah akhir zaman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.