Penjelasan Hadits Muslim No. 2913 tentang Tanda kiamat dan kedermawanan khalifah akhir zaman

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua tanda besar menjelang akhir zaman: (1) terputusnya harta (qafiz, dirham, dinar, dan mudd) dari Irak dan Syam karena ulah orang-orang 'Ajam (non-Arab) dan Romawi, dan (2) munculnya seorang khalifah di akhir umat ini yang membagikan harta dengan sangat banyak tanpa menghitungnya. Para ulama menafsirkan khalifah tersebut sebagai Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, bukan Umar bin Abdul Aziz, meskipun beliau juga memiliki sifat dermawan. Hadits ini mengajarkan kita untuk meyakini tanda-tanda kiamat dan mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab "La Taqum As-Sa'ah Hatta Yamurra Ar-Rajulu bi Qabri Ar-Rajuli..." (no. 2913), dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang disampaikan di atas adalah riwayat dari Abu Nadrah. Berikut adalah potongan inti sabda Nabi ﷺ dalam hadits tersebut:

يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَلِيفَةٌ يَحْثِي الْمَالَ حَثْيًا لَا يَعُدُّهُ عَدَدًا

Artinya: "Akan ada di akhir umatku seorang khalifah yang membagikan harta dengan sangat banyak (menciduk dengan kedua tangannya) tanpa menghitungnya."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4285) dan Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya (no. 2231) dengan lafaz yang semakna.

Adapun ayat Al-Qur'an yang relevan dengan kepastian datangnya hari kiamat dan tanda-tandanya, Allah berfirman:

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

"Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang dia usahakan." (QS. Thaha [20]: 15)

Ayat ini menegaskan bahwa kiamat pasti terjadi, dan Allah merahasiakan waktunya agar manusia senantiasa beramal.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Tanda terputusnya harta dari Irak dan Syam

Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa akan tiba masanya penduduk Irak tidak lagi menerima qafiz (ukuran takaran makanan) dan dirham (mata uang perak) dari wilayahnya, karena orang-orang 'Ajam (non-Arab, seperti Persia) akan mencegahnya. Demikian pula penduduk Syam tidak lagi menerima dinar (mata uang emas) dan mudd (ukuran takaran) karena dihalangi oleh Romawi.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah salah satu tanda kenabian Nabi ﷺ yang telah terjadi sebagiannya, dan akan terjadi secara sempurna di akhir zaman. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan Islam akan melemah di sebagian wilayah, dan musuh-musuh Islam akan menguasai sumber daya mereka.

2. Munculnya khalifah yang dermawan

Sabda Nabi ﷺ tentang khalifah yang yahtsi al-mal hatsyan (membagikan harta dengan cidukan tangan yang banyak tanpa menghitung) adalah kabar gembira tentang seorang pemimpin yang adil dan sangat dermawan di akhir zaman.

Dalam riwayat Abu Nadrah, ketika ia bertanya kepada Abu Al-'Ala' tentang apakah yang dimaksud adalah Umar bin Abdul Aziz, keduanya menjawab: "Tidak." Mereka menafsirkan bahwa khalifah tersebut adalah Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam An-Nihayah fi Al-Fitan wa Al-Malahim menjelaskan bahwa Al-Mahdi adalah seorang laki-laki dari Ahlul Bait (keturunan Nabi ﷺ) yang akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman. Ia akan membagikan harta dengan sangat banyak kepada manusia, sebagaimana Nabi ﷺ kabarkan dalam hadits ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa keyakinan akan munculnya Al-Mahdi adalah bagian dari akidah Ahlus Sunnah, berdasarkan hadits-hadits shahih yang banyak. Beliau menegaskan bahwa Al-Mahdi bukanlah sosok yang dinanti-nantikan oleh kelompok Syi'ah dengan klaim-klaim mereka, tetapi seorang pemimpin yang adil dari umat ini yang akan menegakkan sunnah dan memberantas kebatilan.

3. Hikmah di balik kabar ini

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Miftah Dar As-Sa'adah menjelaskan bahwa mengimani kabar-kabar ghaib seperti ini akan menumbuhkan keyakinan akan kebenaran Nabi ﷺ, karena beliau mengabarkan hal-hal yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu dari Allah. Ini juga menjadi motivasi bagi mukmin untuk tetap istiqamah di tengah fitnah akhir zaman.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, meskipun bukan Al-Mahdi yang dimaksud dalam hadits ini, adalah seorang khalifah yang sangat dermawan dan zuhud. Ketika beliau menjabat sebagai khalifah, beliau mengembalikan harta Bani Umayyah yang diambil secara zalim kepada baitul mal, dan membagikannya kepada rakyat dengan sangat adil.

Suatu ketika, beliau menulis surat kepada para gubernurnya agar tidak menunda-nunda pembagian harta kepada yang berhak. Beliau berkata: "Sesungguhnya aku tidak ingin menjadi khalifah yang hanya menumpuk harta, tetapi aku ingin menjadi khalifah yang membagikannya kepada yang berhak sebelum aku dipanggil Allah." Maka Allah memberkahi masa pemerintahannya sehingga tidak ada seorang pun yang layak menerima zakat di zamannya, karena semua orang telah berkecukupan.

Namun, para ulama menegaskan bahwa khalifah yang disebut dalam hadits ini adalah Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, karena sifatnya yang membagikan harta tanpa menghitung adalah sesuatu yang luar biasa dan belum pernah terjadi pada khalifah mana pun sebelumnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini tanda-tanda kiamat yang telah dikabarkan Nabi ﷺ, baik yang sudah terjadi maupun yang akan datang, sebagai bagian dari iman kepada yang ghaib.
  2. Tidak berputus asa ketika melihat kondisi umat yang lemah, karena Allah akan mengutus Al-Mahdi di akhir zaman untuk menegakkan keadilan.
  3. Meneladani sifat dermawan dalam batas syariat, karena kedermawanan adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih.
  4. Mempersiapkan diri menghadapi fitnah akhir zaman dengan memperbanyak ilmu, ibadah, dan menjauhi maksiat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?