Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan bahwa sebelum kiamat, akan terjadi masa di mana manusia kembali menyembah berhala seperti Latta dan 'Uzza setelah sebelumnya Islam telah tersebar luas. Ini terjadi setelah Allah mengutus angin yang mencabut nyawa setiap orang yang memiliki iman sebesar biji sawi, sehingga hanya orang-orang jahat yang tersisa dan mereka kembali kepada kesyirikan nenek moyang mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. At-Taubah [9]: 33
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Artinya: "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya."
Hadits:
Hadits riwayat Shahih Muslim no. 2907, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda besar kiamat yang pasti terjadi.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (18/36) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan akan terjadi masa di mana syirik kembali merajalela setelah Islam pernah jaya. Beliau berkata: "Ini adalah berita tentang apa yang akan terjadi di akhir zaman, yaitu kembalinya penyembahan berhala setelah sebelumnya dihilangkan."
Ibnu Katsir rahimahullah dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim (1/28) menegaskan bahwa peristiwa ini terjadi setelah wafatnya orang-orang beriman yang diambil oleh angin yang baik, sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang jahat yang kembali kepada kesyirikan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Kemenangan Islam yang Hakiki
Aisyah radhiyallahu 'anha memahami dari QS. At-Taubah [9]: 33 bahwa Islam akan menang total dan selamanya. Namun Nabi ﷺ mengoreksi pemahamannya bahwa kemenangan itu akan terjadi, tetapi tidak bersifat permanen hingga akhir zaman. Akan ada masa di mana Islam kembali terdesak dan syirik muncul kembali.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Fath al-Bari (6/45) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "kemenangan Islam atas semua agama" adalah kemenangan di masa Nabi ﷺ dan para sahabat, bukan berarti syirik akan hilang selamanya dari muka bumi.
Kedua: Angin Pencabut Nyawa Orang Beriman
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah akan mengirimkan angin yang harum dan lembut yang akan mencabut nyawa setiap orang yang memiliki iman seberat biji sawi. Ini adalah bentuk rahmat Allah agar orang-orang beriman tidak menyaksikan masa-masa sulit tersebut.
Imam al-Qurthubi rahimahullah (dalam At-Tadzkirah) menyebutkan bahwa angin ini berasal dari arah Yaman, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Angin ini hanya akan mengambil orang-orang beriman, sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang jahat.
Ketiga: Kembali kepada Agama Nenek Moyang
Setelah orang-orang beriman wafat, manusia yang tersisa akan kembali kepada kesyirikan dan menyembah berhala seperti Latta dan 'Uzza. Ini menunjukkan bahwa fitnah di akhir zaman sangat dahsyat sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk menegakkan tauhid.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi setelah masa kepemimpinan Al-Mahdi dan turunnya Nabi Isa 'alaihis salam, di mana Islam pernah berjaya, kemudian setelah itu terjadi kemunduran besar.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ pernah menceritakan kepada kami dua hadits. Yang pertama telah aku lihat terjadi. Yang kedua aku masih menunggunya. Beliau menceritakan bahwa amanah akan diambil dari hati manusia..." (HR. Bukhari no. 6497)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias menanti berita-berita tentang akhir zaman. Mereka tidak takut, justru bertambah iman dan semangat beramal. Sebagaimana Aisyah yang langsung bertanya ketika mendengar hadits ini, menunjukkan bahwa para sahabat selalu ingin memahami agama dengan benar.
Kesimpulan Praktis
- Jangan berputus asa dari pertolongan Allah, karena kemenangan Islam pasti terjadi meskipun tidak selamanya.
- Perbanyak amal shalih dan perkuat iman, karena hanya orang beriman yang akan diselamatkan dari fitnah akhir zaman.
- Jangan terpedaya dengan kemajuan dunia, karena akhir zaman akan penuh cobaan.
- Berdoalah agar Allah mematikan kita dalam keadaan iman, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.