Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits paling penting tentang tanda-tanda besar hari kiamat. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul sepuluh tanda besar yang berurutan. Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu waspada, mempersiapkan diri, dan tidak tenggelam dalam urusan dunia semata, karena tanda-tanda tersebut sudah dekat dalam ukuran akhir zaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab Bayan Asyrat As-Sa'ah (Bab Penjelasan Tanda-Tanda Hari Kiamat), nomor 2901, dari sahabat Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Firman Allah tentang tanda-tanda kiamat, di antaranya tentang terbitnya matahari dari barat:
> فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
> "Maka tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali datangnya hari kiamat kepadamu secara tiba-tiba, karena sesungguhnya tanda-tandanya telah sungguh datang. Maka apakah gunanya bagi mereka kesadaran itu apabila hari kiamat itu telah datang?" (QS. Muhammad [47]: 18)
Juga firman Allah tentang Ya'juj dan Ma'juj:
> حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
> "Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (QS. Al-Anbiya' [21]: 96)
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Arba'in dan kitab-kitab beliau tentang akhir zaman, telah menjelaskan hadits ini secara rinci. Mereka menegaskan bahwa hadits ini adalah sumber utama dalam memahami urutan tanda-tanda besar kiamat.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua: tanda-tanda kecil (seperti diutusnya Nabi ﷺ, wafatnya beliau, penaklukan Baitul Maqdis, merebaknya harta, dll) dan tanda-tanda besar yang disebutkan dalam hadits ini.
Sepuluh tanda besar tersebut adalah:
- Ad-Dukhan (Asap) – Asap yang memenuhi bumi dan menimpa orang-orang kafir, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ad-Dukhan [44]: 10-11. Ini adalah salah satu tanda yang masih diperselisihkan apakah sudah terjadi atau belum, namun pendapat yang kuat menurut Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar adalah ia belum terjadi dan akan muncul di akhir zaman.
- Ad-Dajjal – Manusia bermata satu yang mengaku Tuhan, fitnahnya paling besar di antara fitnah-fitnah lain. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Dajjal akan keluar dari arah timur, dan pengikutnya kebanyakan dari kalangan Yahudi dan orang-orang Ajam (non-Arab).
- Ad-Dabbah (Binatang Melata) – Binatang yang keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia, menandai orang mukmin dan kafir. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa binatang ini akan keluar di waktu pagi di Mina atau tempat lain, dan menjadi pemisah antara orang beriman dan kafir.
- Terbitnya Matahari dari Barat – Ini adalah tanda yang sangat agung. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ketika matahari terbit dari barat, pintu taubat ditutup. Ini berdasarkan hadits lain yang shahih.
- Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam – Beliau turun di menara putih timur Damaskus, memimpin umat, membunuh Dajjal, dan menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ. Syaikh Al-Utsaimin menegaskan bahwa turunnya Isa adalah keyakinan Ahlus Sunnah yang wajib diimani.
- Ya'juj dan Ma'juj – Dua kaum yang sangat banyak dan kuat, mereka keluar setelah Isa membunuh Dajjal, lalu Allah membinasakan mereka dengan ulat di leher mereka.
7-9. Tiga Khasf (Longsor/Benamnya Bumi) – Satu di timur, satu di barat, dan satu di Jazirah Arab. Ini adalah bencana bumi yang menenggelamkan orang-orang di dalamnya.
- Api yang Keluar dari Yaman – Api besar yang menggiring manusia menuju tempat berkumpul (Mahsyar). Ini adalah tanda terakhir dari tanda-tanda besar sebelum kiamat benar-benar terjadi.
Urutan dan Waktu:
Para ulama berbeda pendapat tentang urutan pasti munculnya tanda-tanda ini. Imam An-Nawawi menyatakan bahwa hadits ini menyebutkan urutan secara global, namun tidak berarti harus berurutan persis seperti itu. Yang penting adalah semua tanda ini akan terjadi sebelum kiamat.
Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa tanda-tanda ini adalah perkara ghaib yang wajib kita imani secara global dan terperinci sesuai yang shahih dari Nabi ﷺ. Kita tidak boleh menetapkan waktu kapan terjadinya, karena itu termasuk ilmu ghaib yang hanya Allah yang mengetahuinya.
Hikmah dari Hadits Ini:
- Kiamat pasti terjadi dan dekat, namun waktunya dirahasiakan.
- Kita harus mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih.
- Tanda-tanda ini menunjukkan kebesaran Allah dan kebenaran Rasulullah ﷺ.
- Kita tidak boleh sibuk memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat, namun harus fokus pada persiapan.
Story Telling
Dari sahabat Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan suasana para sahabat yang sedang duduk berdiskusi. Mereka tidak membicarakan urusan dunia, perniagaan, atau politik, melainkan membicarakan hari kiamat. Ketika Nabi ﷺ datang dan bertanya, beliau tidak melarang mereka, namun justru memberikan informasi yang sangat penting dan berharga.
Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat perhatian dengan akhirat. Mereka tidak sibuk dengan hal-hal yang sia-sia. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa para sahabat sering duduk bersama Nabi ﷺ dan membahas hal-hal keagamaan.
Kisah ini mengajarkan kita: majelis ilmu dan dzikir adalah majelis yang diberkahi. Ketika kita berkumpul, hendaknya kita membahas hal-hal yang bermanfaat untuk akhirat, bukan ghibah, perdebatan yang tidak berguna, atau hal-hal duniawi yang melalaikan.
Kesimpulan Praktis
- Imani dengan yakin bahwa semua tanda besar ini pasti terjadi, karena dikabarkan oleh Nabi ﷺ yang jujur dan benar.
- Jangan menetapkan waktu kapan terjadinya, karena itu termasuk ilmu ghaib.
- Persiapkan diri dengan taubat, amal shalih, dan memperbanyak dzikir kepada Allah.
- Jadikan majelis kita sebagai majelis ilmu dan kebaikan, seperti para sahabat.
- Dakwahkan pengetahuan ini kepada keluarga dan masyarakat agar mereka juga bersiap.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.