Bab Kesederhanaan dalam Nasihat
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana wakiun, waabu muawiyaha h wahaddatsana abnu numayrin, - waallafzhu lahu - haddatsana abu muawiyaha, ani alamasyi, an syaqiqin, qala kunna julusan inda babi abdi allahi nantazhiruhu famarra ibina yazidu ibnu muawiyaha annakhaiyyu faqulna alimhu bimakanina. fadakhala alayhi falam yalbats an kharaja alayna abdu allahi faqala inni ukhbaru bimakanikum fama yamnauni an akhruja ilaykum ila karahiyahu an umillakum inna rasula allahi kana yatakhawwaluna bialmawizhahi fi alayyami makhafaha assaamahi alayna.
Shaqiq melaporkan: Kami sedang duduk di pintu Abdullah (bin Mas'ud) menunggu dia (keluar untuk memberikan khotbah kepada kami). Pada saat itu, lewatlah Yazid bin Mu'awiya an-Nakha'i di dekat kami. Kami berkata: Beritahu dia (Abdullah bin Mas'ud) tentang kehadiran kami di sini. Dia masuk dan Abdullah bin Mas'ud tidak lama kemudian keluar kepada kami dan berkata: Saya diberitahu tentang kehadiran kalian di sini tetapi tidak ada yang menghalangi saya untuk keluar kepada kalian kecuali karena saya tidak ingin membosankan kalian (dengan mengisi pikiran kalian dengan khotbah) karena Rasulullah ﷺ tidak memberikan khotbah kepada kami pada hari-hari tertentu karena takut itu bisa membosankan bagi kami.