Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2759 tentang Allah menerima taubat kapan saja sebelum kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya kapan pun, baik di siang maupun malam hari, tanpa henti. Namun, pintu taubat ini akan tertutup ketika matahari telah terbit dari barat, yang merupakan salah satu tanda besar kiamat. Oleh karena itu, kita tidak boleh menunda-nunda taubat dan harus segera kembali kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Taubat, Bab Menerima Taubat dari Dosa Walaupun Dosa Itu Terulang, nomor hadits 2759, dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُبَيْدَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا".

Maknanya: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat."

Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan makna ini adalah firman Allah Ta'ala:

QS. Az-Zumar [39]: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi seluruh umat manusia. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "membentangkan tangan" adalah kinayah (majas) yang menunjukkan kesempurnaan penerimaan dan kemurahan Allah dalam menerima taubat hamba-Nya. Ini bukanlah makna hakiki karena Allah Mahasuci dari sifat-sifat makhluk. Yang dimaksud adalah Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya dan memudahkan jalan bagi hamba yang ingin kembali kepada-Nya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah. Dosa yang dilakukan di malam hari, Allah buka pintu taubat di siang harinya. Dosa yang dilakukan di siang hari, Allah buka pintu taubat di malam harinya. Ini adalah dorongan yang sangat kuat agar seorang hamba tidak berputus asa dan segera bertaubat kapan pun ia sadar.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa taubat yang diterima adalah taubat yang dilakukan sebelum matahari terbit dari barat. Beliau merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-An'am [6]: 158 yang menyebutkan bahwa pada hari itu, iman seseorang tidak akan bermanfaat lagi jika sebelumnya ia tidak beriman atau tidak berbuat baik dalam keimanannya. Ini adalah batas akhir diterimanya taubat.

Hadits ini juga mengajarkan bahwa taubat tidak boleh ditunda. Imam Al-Qurthubi (yang termasuk dalam rentang ulama abad pertengahan) dalam At-Tadzkirah menjelaskan bahwa taubat yang sah adalah taubat yang dilakukan sebelum datangnya tanda-tanda besar kiamat, terutama terbitnya matahari dari barat. Setelah itu, pintu taubat ditutup.

Story Telling

Dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari..." (HR. Muslim). Kisah ini mengingatkan kita pada seorang sahabat yang bernama Qais bin 'Ashim radhiyallahu 'anhu. Beliau datang kepada Nabi ﷺ dalam keadaan ingin masuk Islam, tetapi beliau memiliki banyak dosa di masa jahiliyah. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Islam menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa taubat yang tulus akan menghapuskan dosa, sekalipun dosa itu banyak dan besar.

Hikmahnya: Jangan pernah merasa dosa kita terlalu besar untuk diampuni Allah. Selama pintu taubat masih terbuka, selama matahari belum terbit dari barat, maka Allah menanti taubat kita dengan tangan terbuka.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan menunda taubat: Setiap kali kita sadar telah berbuat dosa, segeralah bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang tulus).
  2. Jangan berputus asa: Sebesar apa pun dosa kita, rahmat Allah lebih besar. Allah menerima taubat hamba-Nya kapan pun, siang atau malam.
  3. Pahami batas waktu taubat: Taubat hanya diterima sebelum matahari terbit dari barat. Maka, jangan menunggu hingga ajal tiba atau tanda kiamat besar datang.
  4. Perbanyak istighfar dan doa: Mohonlah ampunan kepada Allah setiap saat, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk segera bertaubat dan istiqamah di jalan-Nya.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.