Bab Memohon Perlindungan dari Keburukan Apa yang Telah Dilakukan dan Keburukan Apa yang Belum Dilakukan
Shahih
haddatsana ubaydu allahi ibnu muadzin alanbariyyu, haddatsana abi, haddatsana syubahu, an abi ishaqa, an abi burdaha ibni abi musa alasyariyyi, an abihi, ani annabiyyi annahu kana yadu bihadza adduai " allahumma aghfir li khathiati wajahli waisrafi fi amri wama anta alamu bihi minni allahumma aghfir li jiddi wahazli wakhathai waamdi wakullu dzalika indi allahumma aghfir li ma qaddamtu wama akkhartu wama asrartu wama alantu wama anta alamu bihi minni anta almuqaddimu waanta almuakkhiru waanta ala kulli syain qadirun ".
Abu Musa Al-Ash'ari melaporkan dari ayahnya bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa dengan kalimat ini: "Ya Allah, ampunilah kesalahanku, ketidaktahuanku, dan keterlaluan dalam urusanku. Dan Engkau lebih mengetahui (tentang urusanku) daripada diriku. Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku (atas kesalahan yang aku lakukan) baik dengan serius maupun tidak (dan yang aku lakukan secara tidak sengaja dan dengan sengaja). Semua ini (kesalahan) ada padaku. Ya Allah, berikanlah ampunan atas kesalahan yang aku lakukan dengan tergesa-gesa atau yang aku tunda, yang aku lakukan secara rahasia atau di depan umum dan Engkau lebih mengetahui (tentang kesalahan itu) daripada diriku. Engkau adalah Yang Awal dan Yang Akhir dan atas segala sesuatu Engkau Mahakuasa."