Penjelasan Hadits Muslim No. 2714 tentang Adab tidur: bersihkan tempat, baca doa, miring kanan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah bimbingan indah dari Nabi ﷺ sebelum tidur, yang menggabungkan tiga hal: membersihkan tempat tidur sambil menyebut nama Allah, berbaring di sisi kanan, dan berdoa memohon penjagaan serta ampunan Allah. Ini adalah adab yang ringan namun sarat makna, mengajarkan kita untuk memulai istirahat dengan nama Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Dzikir, Doa, Taubat, dan Istighfar, Bab "Apa yang Diucapkan Saat Tidur dan Berbaring" (no. 2714), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Selain itu, lafaz doa dalam hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6320) dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu dengan redaksi yang sedikit berbeda.

Teks Arab doa yang dimaksud:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Maknanya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhanku, dengan (pertolongan)-Mu aku meletakkan sisiku, dan dengan (pertolongan)-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku (mematikanku saat tidur), maka ampunilah ia. Dan jika Engkau melepaskannya (membangunkanku), maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Membersihkan tempat tidur sambil menyebut nama Allah

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah membersihkan tempat tidur ini adalah sunnah, karena dikhawatirkan ada binatang kecil atau kotoran yang membahayakan. Beliau menegaskan bahwa menyebut nama Allah saat membersihkan adalah bentuk ikhtiar lahir dan batin—membersihkan secara fisik sambil memohon perlindungan secara spiritual.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menambahkan bahwa membersihkan tempat tidur dengan ujung kain (sarung) adalah cara yang praktis di zaman itu, dan intinya adalah membersihkan tempat tidur dari gangguan sebelum tidur. Beliau juga menekankan bahwa menyebut nama Allah di awal setiap perkara yang baik adalah ajaran Nabi ﷺ.

2. Berbaring di sisi kanan

Para ulama sepakat bahwa berbaring di sisi kanan adalah sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini dan hadits-hadits lain. Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan hikmahnya: berbaring di sisi kanan lebih baik untuk kesehatan karena tidak membebani jantung, dan ini adalah kebiasaan Nabi ﷺ.

3. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ

Doa ini mengajarkan tauhid dan tawakal. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Bahjat Qulub al-Abrar menjelaskan bahwa kalimat "بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي" (dengan-Mu aku meletakkan sisiku) menunjukkan pengakuan bahwa segala gerak dan diam hamba bergantung pada Allah. Ini adalah bentuk tawakal yang sejati.

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (saat membahas hadits-hadits doa) menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan permohonan ampunan dan penjagaan. Jika Allah menahan jiwa (mematikan saat tidur), maka hamba memohon ampunan. Jika Allah mengembalikannya (membangunkannya), maka hamba memohon penjagaan dari segala keburukan.

Perbedaan redaksi antara riwayat Muslim dan Bukhari:

Dalam riwayat Al-Bukhari dari Al-Bara' bin 'Azib, ada tambahan doa setelahnya: "فَإِنْ أَرَدْتَ أَنْ تَبْعَثَهَا فَابْعَثْهَا عَلَى خَيْرٍ" (jika Engkau hendak membangunkannya, maka bangunkanlah ia dalam kebaikan). Ini menunjukkan bahwa kedua riwayat saling melengkapi, dan keduanya shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri—salah seorang tabi'in yang sangat zuhud—pernah ditanya tentang bagaimana seorang hamba bisa merasakan manisnya ibadah. Beliau menjawab, "Dengan menjaga adab-adab sunnah dalam kesehariannya, termasuk saat ia hendak tidur. Karena tidur adalah kematian kecil, dan seorang mukmin yang sadar akan hal ini akan mempersiapkan dirinya sebagaimana ia mempersiapkan diri untuk kematian yang sesungguhnya."

Hikmah dari kisah ini: adab-adab kecil dalam Islam bukanlah formalitas kosong, melainkan latihan kesadaran bahwa setiap detik kehidupan kita adalah milik Allah dan untuk Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersihkan tempat tidur sebelum tidur, sambil menyebut nama Allah (bismillah).
  2. Berbaringlah di sisi kanan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  3. Baca doa tidur yang diajarkan Nabi ﷺ di atas, dengan penuh kesadaran bahwa tidur adalah "kematian kecil" dan kita menyerahkan jiwa kita kepada Allah.
  4. Jadikan tidur sebagai ibadah dengan niat untuk beristirahat agar kuat beribadah esok hari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?