Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2713 tentang Doa dan adab tidur dengan berbaring miring kanan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab tidur yang penuh keberkahan: berbaring di sisi kanan dan membaca doa yang agung. Doa ini mencakup pengakuan terhadap rububiyah Allah, permohonan perlindungan dari segala kejahatan, pengakuan terhadap nama-nama Allah yang sempurna (Al-Awwal, Al-Akhir, Azh-Zhahir, Al-Bathin), serta permohonan agar dilunasi utang dan dicukupkan dari kefakiran. Ini adalah amalan ringan namun sangat besar pahalanya dan manfaatnya bagi seorang muslim.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Hadid [57]: 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Terjemahan: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hadits:

Hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Dzikir, Doa, Taubat, dan Istighfar, Bab: Apa yang Diucapkan Saat Tidur dan Berbaring, no. 2713. Perawi hadits ini adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Adzkar (Bab: Doa ketika hendak tidur) menyebutkan hadits ini dan menjelaskan keutamaan serta adab-adabnya. Beliau juga menjelaskan bahwa doa ini mengandung tauhid, tawakkal, dan permohonan perlindungan yang sempurna.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengajarkan kepada kita sebuah amalan yang sangat dianjurkan ketika hendak tidur. Berikut penjelasan rincinya:

  1. Adab Berbaring: Perintah untuk berbaring di sisi kanan (syiq al-aiman) adalah sunnah Nabi ﷺ. Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah posisi tidur yang paling utama karena mengikuti sunnah dan memiliki manfaat kesehatan, yaitu mencegah tidur tengkurap yang dilarang. Ini juga memudahkan untuk bangun shalat malam.
  2. Kandungan Doa:
  • Pengakuan Rububiyah: Doa dimulai dengan menyebut Allah sebagai Rabb (Tuhan) langit, bumi, Arsy yang agung, dan segala sesuatu. Ini adalah pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur seluruh alam semesta. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa menyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah dalam doa adalah salah satu sebab dikabulkannya doa.
  • Permohonan Perlindungan: "A'udzu bika min syarri kulli syai'in anta akhidzun binashiyatihi" (Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai dengan kekuasaan-Mu). Ini adalah bentuk tawakal yang sempurna. Kita mengakui bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan makhluk adalah bagian dari tauhid.
  • Pengakuan Sifat Allah: Doa ini menyebut empat nama Allah yang agung: Al-Awwal (Yang Maha Awal), Al-Akhir (Yang Maha Akhir), Azh-Zhahir (Yang Maha Nyata), dan Al-Bathin (Yang Maha Tersembunyi). Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini (QS. Al-Hadid: 3) adalah dalil tentang keesaan dan kesempurnaan Allah. Tidak ada yang mendahului-Nya, tidak ada yang setelah-Nya, tidak ada yang di atas-Nya, dan tidak ada yang lebih dekat dari-Nya.
  • Permohonan Kebutuhan Dunia: Doa diakhiri dengan permohonan agar dilunasi utang dan dicukupkan dari kefakiran. Ini menunjukkan bahwa doa tidak hanya untuk urusan akhirat, tetapi juga untuk urusan dunia yang baik. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan kecukupan dan perlindungan dari kehinaan hutang.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau sangat bersemangat dalam mengamalkan dan mengajarkan sunnah Nabi ﷺ. Dalam hadits ini, Abu Shalih (seorang tabi'in) meriwayatkan bahwa Abu Hurairah mengajarkan doa ini kepada mereka. Ini menunjukkan bagaimana para sahabat dan tabi'in saling mewariskan amalan-amalan mulia ini.

Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amalan-amalan sunnah, sekecil apapun. Tidur yang merupakan aktivitas rutin, bisa menjadi ibadah yang penuh pahala jika dilakukan dengan adab dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan adab tidur: Berbaringlah di sisi kanan sebelum tidur.
  2. Hafalkan dan bacalah doa ini setiap malam sebelum tidur. Pahami maknanya agar lebih khusyuk.
  3. Yakinlah bahwa doa ini adalah benteng perlindungan dari segala kejahatan.
  4. Jadikan doa ini sebagai sarana untuk memohon kecukupan dan perlindungan dari utang dan kefakiran.
  5. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat agar mereka juga mendapatkan keberkahannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.