Penjelasan Hadits Muslim No. 2709 tentang Doa berlindung dari kejahatan makhluk

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan sebuah doa perlindungan yang sangat bermanfaat, yaitu membaca "A'ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq" ketika kita singgah atau bermalam di suatu tempat. Dengan membacanya, tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakan kita hingga kita meninggalkan tempat itu. Hadits ini juga menunjukkan bahwa doa tersebut melindungi dari sengatan kalajengking dan bahaya lainnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (Shahih Muslim no. 2709), dari Khaula bint Hakim as-Sulamiyyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا نَزَلَ أَحَدُكُمْ مَنْزِلاً فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ فَإِنَّهُ لاَ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْهُ

"Jika salah seorang di antara kalian singgah di suatu tempat, hendaklah ia mengucapkan: 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan,' maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga ia pergi dari tempat itu."

Hadits pendukung dalam riwayat yang sama, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

أَمَا لَوْ قُلْتَ حِينَ أَمْسَيْتَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرُّكَ

"Seandainya kamu mengucapkan ketika waktu malam tiba: 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan,' maka ia tidak akan membahayakanmu."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan makna "kalimat-kalimat Allah yang sempurna", Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan seandainya semua pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambah tujuh lautan lagi sesudah itu, tidak akan habis kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Luqman [31]: 27)

Kaitan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bab ini termasuk bab keutamaan zikir dan doa perlindungan. Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa zikir ini termasuk benteng perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ. Ibn Hajar dalam Fathul Bari juga membahas keutamaan ta'awwudz dengan kalimat Allah yang sempurna.

Penjelasan Rinci

Makna "kalimat-kalimat Allah yang sempurna" (كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ):

Para ulama dari daftar yang disebutkan memberikan penjelasan:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa maknanya adalah kalimat-kalimat Allah yang tidak mengandung kekurangan, cela, atau cacat. Ada juga yang memahami sebagai kalam Allah yang sempurna dari segala sisi — baik dari segi kebenaran, keadilan, maupun kekuasaan-Nya.
  • Ibnul Qayyim (dalam Zadul Ma'ad dan Al-Wabil) menerangkan bahwa "tāmmāt" berarti sempurna, mencakup, dan tidak dapat ditembus oleh keburukan. Karena itulah, berlindung dengannya menjadi perlindungan yang sempurna dari segala kejahatan makhluk.
  • Ibn Katsir (dalam tafsirnya) ketika menafsirkan ayat-ayat tentang kalimat Allah, menyebutkan bahwa kalimat Allah mencakup perintah, larangan, dan ketetapan-Nya yang tidak terbatas dan tidak berkurang.

Kandungan hadits:

  1. Anjuran berzikir saat singgah di suatu tempat — baik rumah, penginapan, tenda, atau tempat mana pun. Ini adalah sunnah yang sering dilupakan.
  2. Doa ini melindungi dari segala bahaya — bukan hanya kalajengking, tetapi semua kejahatan makhluk, baik yang tampak maupun tersembunyi.
  3. Perlindungan berlaku selama berada di tempat itu — "hingga ia pergi dari tempat tersebut" menunjukkan bahwa doa ini spesifik untuk perlindungan di lokasi tertentu.
  4. Kisah Abu Hurairah menunjukkan bahwa doa ini juga bisa dibaca di waktu malam (amsaita), dan melindungi dari sengatan kalajengking yang terjadi di malam hari.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim menekankan bahwa doa ini adalah ta'awwudz (perlindungan) yang bersifat tawaqquf — kita mengamalkannya karena dalil, bukan karena analisis logika semata.
  • Imam an-Nawawi menambahkan bahwa doa ini juga termasuk ruqyah yang dibolehkan, karena menggunakan kalimat Allah, bukan kalimat yang tidak jelas maknanya.
  • Ibn Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Khaula bint Hakim dan keutamaan doa ini secara khusus.

Yang paling kuat: Pendapat yang menyatakan bahwa doa ini adalah sunnah yang dianjurkan dibaca setiap kali singgah di tempat baru, dan faedah perlindungannya adalah berdasarkan janji Nabi ﷺ yang shahih, tanpa perlu meragukan atau menambah-nambahi.

Story Telling

Diceritakan dalam Shahih Muslim bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ dan mengadukan:

"Wahai Rasulullah, saya telah disengat oleh kalajengking semalam."

Nabi ﷺ bertanya: "Apa yang kamu ucapkan ketika malam tiba?"

Lelaki itu menjawab: "Saya tidak mengucapkan apa-apa."

Maka Nabi ﷺ bersabda: "Seandainya kamu mengucapkan: 'A'ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq,' maka ia tidak akan membahayakanmu."

Kisah ini menunjukkan betapa besar manfaat zikir ini, dan betapa seringnya kita lalai dari doa-doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ. Khaula bint Hakim sendiri adalah seorang sahabat wanita yang meriwayatkan hadits ini, dan beliau mendengarnya langsung dari lisan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Baca doa ini setiap kali singgah di tempat baru — rumah, hotel, tenda, atau bahkan tempat istirahat sejenak.
  2. Lafalnya: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
  3. Bacalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah yang melindungi, bukan doa itu sendiri.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa berzikir dan berlindung kepada Allah.
  5. Ingatlah bahwa perlindungan ini berlaku selama berada di tempat tersebut — jika pindah tempat, baca lagi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?