Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2678 tentang Bab Bertekad dalam Doa dan Jangan Mengatakan Jika Engkau Menghendaki

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita untuk berdoa dengan penuh keyakinan dan kesungguhan hati, bukan dengan keraguan. Kita dilarang mengatakan "Ya Allah, jika Engkau mau, berilah aku" karena itu seolah-olah ada keraguan bahwa Allah bisa dipaksa atau tidak bisa memberi. Allah Maha Kuasa dan tidak ada yang bisa memaksa-Nya, maka hendaknya kita memohon dengan penuh harap dan keyakinan bahwa Dia akan mengabulkan doa kita sesuai dengan hikmah-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, semuanya dari Ibnu 'Ulayyah, Abu Bakr berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Ulayyah, dari Abdul Aziz bin Shuhaib, dari Anas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

Teks Arab dengan Harakat:

إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ وَلَا يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي فَإِنَّ اللَّهَ لَا مُسْتَكْرِهَ لَهُ

Terjemahan: "Jika salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia bertekad dalam doanya dan janganlah ia berkata: 'Ya Allah, jika Engkau menghendaki, maka berikanlah kepadaku,' karena sesungguhnya Allah tidak ada yang memaksanya."

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (17/5-6) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah larangan menggunakan kata "jika Engkau mau" dalam doa karena hal itu menunjukkan keraguan dan kurangnya keyakinan akan kekuasaan Allah. Beliau menegaskan bahwa yang dimaksud dengan "bertekad dalam doa" adalah bersungguh-sungguh dalam memohon, penuh harap, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (11/133) saat membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti kita tidak boleh bertawakal kepada kehendak Allah, tetapi larangan terhadap ucapan yang mengandung makna keraguan atau seolah-olah Allah tidak mampu memberi kecuali jika dikehendaki. Beliau menambahkan bahwa doa dengan penuh keyakinan adalah bentuk adab yang tinggi kepada Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin (4/115) menjelaskan bahwa makna "tidak ada yang memaksa Allah" adalah bahwa Allah Maha Kuasa dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa memaksa-Nya. Maka ketika kita berdoa, kita harus yakin bahwa Allah mampu melakukan apa saja dan tidak perlu ragu.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Perintah untuk bertekad dalam doa. Yang dimaksud dengan al-'azm (tekad) dalam doa adalah bersungguh-sungguh, penuh keyakinan, dan tidak ragu-ragu. Seorang muslim ketika berdoa hendaknya memohon dengan sepenuh hati, yakin bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (2/345) menjelaskan bahwa tekad dalam doa adalah buah dari keyakinan yang kuat kepada Allah dan pengharapan yang tulus.

Kedua: Larangan mengucapkan "jika Engkau mau" dalam doa. Larangan ini bukan berarti kita tidak boleh bertawakal kepada kehendak Allah, karena segala sesuatu memang terjadi atas kehendak-Nya. Akan tetapi, larangan ini karena ucapan tersebut seringkali keluar dari hati yang ragu atau kurang yakin. Sebagian ulama seperti Imam al-Khaththabi menjelaskan bahwa larangan ini khusus ketika seseorang mengucapkannya karena ragu akan kemampuan Allah atau karena merasa bahwa Allah tidak akan mengabulkan doanya.

Ketiga: Alasan larangan tersebut. Sabda Nabi ﷺ "karena sesungguhnya Allah tidak ada yang memaksanya" menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa memaksa atau mendikte-Nya. Maka ketika kita berdoa, kita tidak perlu ragu karena Allah mampu melakukan apa saja. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam al-Jawab al-Kafi (hal. 15) menegaskan bahwa doa dengan penuh keyakinan adalah salah satu sebab terkabulnya doa.

Keempat: Pengecualian dalam beberapa kondisi. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat umum, namun ada kondisi tertentu di mana seseorang boleh mengucapkan "jika Engkau mau" seperti ketika berdoa untuk sesuatu yang belum pasti atau ketika dalam keadaan ragu akan maslahatnya. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa jika seseorang mengucapkannya karena tawadhu' dan pengakuan bahwa segala sesuatu tergantung pada kehendak Allah, maka hal itu tidak mengapa, namun yang lebih utama adalah berdoa dengan penuh keyakinan.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

> "Suatu ketika Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki yang sedang berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan: 'Ya Allah, jika Engkau mau, ampunilah aku. Ya Allah, jika Engkau mau, rahmatilah aku.' Maka Nabi ﷺ bersabda: 'Engkau telah berdoa, namun engkau memberikan batasan (keraguan) dalam doamu. Hendaklah engkau bertekad dalam doa, karena sesungguhnya Allah tidak ada yang memaksanya.'" (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya keyakinan dalam berdoa. Para sahabat dan salafus shalih sangat memperhatikan adab berdoa ini. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata: "Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan, karena Dia Maha Pemurah dan tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang berharap."

Kesimpulan Praktis

  1. Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Mendengar. Jangan ragu dalam memohon kepada-Nya.
  2. Hindari ucapan "jika Engkau mau" dalam doa karena itu menunjukkan keraguan. Ucapkanlah dengan tegas dan penuh harap.
  3. Pahami bahwa Allah tidak bisa dipaksa, namun Dia Maha Pemurah dan suka memberi. Maka perbanyaklah doa dengan adab yang baik.
  4. Tetap bertawakal kepada kehendak Allah dalam hati, namun dalam lafaz doa, gunakanlah lafaz yang menunjukkan keyakinan dan kesungguhan.
  5. Amalkan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ karena beliau adalah sebaik-baik teladan dalam berdoa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.