Penjelasan Hadits Muslim No. 2584 tentang Menolong saudara yang zalim dengan mencegahnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa seorang Muslim wajib menolong saudaranya, baik ketika saudaranya terzalimi maupun ketika saudaranya berbuat zalim. Menolong yang zalim bukan berarti membelanya, tetapi dengan mencegah dan menasihatinya agar berhenti dari kezaliman. Hadits ini juga menolak seruan fanatisme golongan yang menyerupai kebiasaan jahiliyah.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

QS. At-Taubah [9]: 71

Terjemahan: "Dan orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar."

Dalil Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab "Nashrul Akhi Zhaliman aw Mazhluman", dari sahabat Jabir bin Abdullah رضي الله عنه.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Anas bin Malik رضي الله عنه dengan lafaz: "انصر أخاك ظالما أو مظلوما" — yang menunjukkan makna yang sama.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung prinsip besar dalam muamalah: kewajiban saling menolong dalam kebenaran, bukan dalam kebatilan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa "menolong yang zalim" berarti mencegahnya dari kezaliman, bukan membenarkan perbuatannya.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa hadits ini termasuk jawami' al-kalim (kalimat singkat penuh hikmah) yang mencakup dua keadaan sekaligus.

Penjelasan Rinci

Latar belakang hadits:

Dua pemuda — satu dari Muhajirin dan satu dari Ansar — bertengkar. Salah satu dari mereka memukul yang lain. Kemudian masing-masing memanggil kelompoknya dengan seruan "Wahai Muhajirin!" dan "Wahai Ansar!" — seruan yang menyerupai fanatisme kabilah di zaman jahiliyah. Ketika Rasulullah ﷺ mendengar hal itu, beliau menegur dengan keras: "Apa ini, seruan di zaman jahiliyah?"

Makna "menolong saudara yang zalim":

Para ulama dari daftar yang disebutkan memahami hadits ini sebagai berikut:

  1. Imam an-Nawawi menjelaskan: menolong saudara yang zalim artinya menghalanginya dari berbuat zalim, menasihatinya, dan mencegahnya. Ini adalah bentuk pertolongan yang hakiki, karena dengan demikian kita menyelamatkannya dari dosa dan dari azab Allah.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa pertolongan kepada yang zalim dilakukan dengan cara mencegah tangannya dari kezaliman, bukan dengan membenarkan atau mendukung perbuatannya.
  3. Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa tolong-menolong yang diperintahkan Allah adalah dalam kebaikan dan takwa (QS. Al-Ma'idah [5]: 2), bukan dalam dosa dan permusuhan. Maka menolong dalam kezaliman justru terlarang.
  4. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsah al-Lahfan menjelaskan bahwa kezaliman merusak pelakunya sendiri sebelum merusak orang lain, sehingga mencegahnya adalah bentuk kasih sayang kepada pelaku kezaliman itu sendiri.

Penolakan terhadap fanatisme golongan:

Rasulullah ﷺ menyebut seruan "Wahai Muhajirin" dan "Wahai Ansar" sebagai "da'wa al-jahiliyyah" (seruan jahiliyah). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Islam menghapus fanatisme kabilah, golongan, dan kelompok yang membuat seseorang membela kelompoknya meski dalam kebatilan. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa ukhuwah imaniyah harus mengalahkan fanatisme golongan.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama berbeda dalam memahami apakah "menolong yang zalim" berarti mencegahnya secara fisik atau cukup dengan nasihat. Namun kesimpulan yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar — adalah bahwa pertolongan itu mencakup semua cara yang mampu dilakukan: nasihat, teguran, hingga pencegahan fisik sesuai kemampuan, sebagaimana kaidah "man ra'a munkaran fal yughayyirhu bi yadihi..." (hadits riwayat Muslim).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri رحمه الله pernah ditanya tentang seseorang yang melihat saudaranya berbuat zalim. Beliau menjawab: "Tolonglah dia dengan mencegahnya. Sesungguhnya engkau tidak menolongnya dengan membiarkannya tenggelam dalam dosa." Beliau juga berkata: "Orang yang paling besar pertolongannya kepada saudaranya adalah yang mencegahnya dari kezaliman, meskipun dengan cara yang keras."

Fudail bin 'Iyadh رحمه الله berkata: "Seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya. Jika ia melihat aib pada saudaranya, ia memperbaikinya dan mencegahnya dari keburukan."

Hikmahnya: pertolongan sejati bukanlah membela dalam kebatilan, tetapi menyelamatkan saudara dari api kezaliman.

Kesimpulan Praktis

  1. Tolonglah saudaramu yang terzalimi dengan membela, membantunya, dan mengembalikan haknya.
  2. Tolonglah saudaramu yang zalim dengan mencegahnya, menasihatinya, dan menghalanginya dari perbuatan zalim — ini adalah pertolongan hakiki baginya.
  3. Jauhi fanatisme golongan (ashabiyah) yang membuat kita membela kelompok meski dalam kebatilan.
  4. Tegakkan ukhuwah imaniyah di atas kebenaran, bukan di atas kesamaan suku, golongan, atau kepentingan.
  5. Nasihati dengan lembut namun tegas, sesuai kemampuan dan adab Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?