Penjelasan Hadits Muslim No. 2580 tentang Larangan menzalimi sesama Muslim dan kewajiban menolongnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa sesama Muslim itu bersaudara, sehingga tidak boleh saling menzalimi atau membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Siapa yang membantu kebutuhan, menghilangkan kesulitan, dan menutupi aib saudaranya, maka Allah akan membalasnya dengan pertolongan, pelepasan kesulitan, dan penutupan aib di hari kiamat. Ini adalah dasar akhlak Islam dalam menjaga persaudaraan dan kehormatan sesama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab Tahrim azh-Zhulm. Sanadnya: Qutaibah bin Sa'id ← Laits ← 'Uqail ← az-Zuhri ← Salim ← ayahnya (Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma).

Teks hadits:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Terjemahan: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa berada dalam (memenuhi) kebutuhan saudaranya, Allah akan berada dalam kebutuhannya. Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar makna hadits ini:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

QS. Al-Hujurat [49]: 10 — "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Makna hadits lain yang semakna: "Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah).

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa poin utama yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya."

Ini menetapkan ikatan persaudaraan iman, bukan sekadar persaudaraan nasab. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa persaudaraan ini menuntut hak-hak: saling menolong, saling menasihati, dan tidak membiarkan dalam kesulitan. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menegaskan bahwa persaudaraan iman lebih kuat daripada persaudaraan nasab, karena ikatan iman bersifat kekal.

Kedua: "Tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya."

Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan "لا يظلمه" mencakup semua bentuk kezaliman: fisik, harta, kehormatan. Sedangkan "لا يسلمه" berarti tidak membiarkannya disakiti orang lain padahal ia mampu menolong, tidak menyerahkan kepada musuh, dan tidak meninggalkannya dalam kesulitan. Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa meninggalkan pertolongan kepada Muslim yang dizalimi termasuk bentuk kezaliman.

Ketiga: "Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah memenuhi kebutuhannya."

Ini adalah balasan dari jenis amal (al-jaza' min jins al-'amal). Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam beberapa karyanya menjelaskan bahwa Allah membalas hamba sesuai perbuatannya. Siapa yang menolong, akan ditolong; siapa yang memudahkan, akan dimudahkan.

Keempat: "Menghilangkan kesulitan."

Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah bin Di'amah menjelaskan bahwa "kurbah" mencakup kesulitan dunia dan akhirat. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa balasan ini berlaku umum: siapa yang menghilangkan kesulitan orang lain karena Allah, Allah akan menghilangkan kesulitannya di dunia dan akhirat.

Kelima: "Menutupi aib."

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menutupi aib yang tidak berkaitan dengan hak orang lain dan bukan dalam rangka menutupi kemungkaran yang harus diingatkan. Adapun aib yang berkaitan dengan kezaliman atau bahaya bagi orang lain, tidak boleh ditutupi. Ibn Rajab menambahkan bahwa menutupi aib Muslim adalah bagian dari akhlak salaf, dan balasannya adalah Allah menutupi aibnya di hari kiamat, saat semua aib akan dibuka.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membedakan antara menutupi aib untuk perbaikan dan menutupi aib untuk menutupi kejahatan. Yang paling kuat menurut dalil adalah: menutupi aib seorang Muslim yang telah bertaubat atau aib yang tidak membahayakan orang lain adalah sunnah; adapun menutupi kezaliman atau bahaya bagi kaum Muslimin, tidak termasuk dalam hadits ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah sosok yang sangat memperhatikan hak-hak Muslim. Dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Ibn Rajab al-Hanbali, beliau pernah melihat seorang pemuda yang sedang kesulitan, lalu beliau membantu dan menutupi kebutuhannya. Beliau berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menutupi aib Muslim, Allah akan menutupi aibnya." Ini menunjukkan bahwa para salaf tidak hanya meriwayatkan hadits, tetapi mengamalkannya.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata: "Sesungguhnya seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika ia melihat aib, ia memperbaikinya, dan jika ia melihat kebaikan, ia menyebarkannya." Ini adalah hikmah dari hadits ini: persaudaraan iman menuntut kita menjadi penolong, bukan pembuka aib.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan menzalimi Muslim lain, baik dengan perkataan, perbuatan, maupun diam membiarkan.
  2. Bantulah kebutuhan saudaramu, karena Allah akan membantu kebutuhanmu.
  3. Hilangkan kesulitan orang lain, niscaya Allah menghilangkan kesulitanmu di hari kiamat.
  4. Tutupilah aib saudaramu yang tidak membahayakan, niscaya Allah menutupi aibmu.
  5. Jangan menutupi kezaliman atau bahaya yang menimpa kaum Muslimin, karena itu bukan bagian dari hadits ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?