Penjelasan Hadits Muslim No. 256 tentang Tata cara bersiwak dan shalat malam Rasulullah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan tata cara Nabi ﷺ ketika bangun malam untuk shalat tahajud. Beliau memulai dengan merenungkan ayat-ayat Allah tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian masuk ke rumah, bersiwak, berwudhu, lalu shalat. Setelah itu beliau berbaring sejenak, kemudian bangkit lagi, keluar, merenung, kembali, bersiwak, berwudhu, dan shalat lagi. Hadits ini menunjukkan bahwa bersiwak adalah sunnah yang dianjurkan setiap kali hendak beribadah, terutama ketika bangun tidur, karena dapat membersihkan mulut dan menyegarkan niat untuk beribadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang dibaca Nabi ﷺ:

QS. Ali 'Imran [3]: 190-191

لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemahan: "Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Hadits terkait:

Hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Thaharah, Bab Siwak, no. 256, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama:

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya bersiwak setiap kali hendak shalat, dan bahwa Nabi ﷺ melakukannya berulang kali dalam satu malam. Beliau juga menegaskan bahwa bersiwak adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Keutamaan merenungkan ayat-ayat Allah: Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ keluar untuk melihat langit dan merenungkan kebesaran Allah, kemudian membaca ayat tentang penciptaan langit dan bumi. Ini menunjukkan bahwa merenungkan ciptaan Allah adalah ibadah yang agung dan dapat membangkitkan kekhusyukan dalam beribadah.
  2. Bersiwak sebelum shalat: Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya bersiwak setiap kali hendak shalat, baik shalat wajib maupun sunnah. Beliau mengutip hadits lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah" (HR. An-Nasa'i, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).
  3. Berwudhu untuk shalat malam: Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ berwudhu setiap kali hendak shalat, meskipun beliau dalam keadaan suci. Ini menunjukkan kesempurnaan ibadah beliau dan menjadi teladan bagi umatnya.
  4. Boleh berbaring sejenak di antara shalat malam: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa berbaring di antara dua shalat malam adalah boleh, bahkan bisa menjadi istirahat untuk menyegarkan badan agar lebih khusyuk dalam shalat berikutnya.
  5. Konsistensi dalam ibadah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya istiqamah dalam ibadah malam, meskipun dilakukan dalam beberapa sesi.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Suatu malam aku tidur di rumah bibiku, Maimunah binti al-Harits, istri Nabi ﷺ. Aku ingin melihat bagaimana Nabi ﷺ shalat malam. Nabi ﷺ berbicara dengan istrinya sejenak, kemudian tidur. Ketika sepertiga malam terakhir tiba, beliau bangun, duduk, memandang ke langit, lalu membaca ayat: 'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi...' hingga akhir ayat. Kemudian beliau bangkit, bersiwak, berwudhu, dan shalat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini: Nabi ﷺ mengajarkan kita bahwa memulai ibadah malam dengan merenungkan kebesaran Allah adalah cara terbaik untuk menghadirkan hati. Beliau juga mengajarkan kebersihan mulut sebelum bermunajat kepada Allah, karena seorang hamba yang hendak berbicara dengan Rabb-nya sudah sepantasnya dalam keadaan bersih dan segar.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersiwaklah setiap kali hendak shalat, terutama setelah bangun tidur, karena mulut dalam keadaan kurang segar dan siwak membersihkan serta menyegarkannya.
  2. Renungkanlah ayat-ayat Allah sebelum beribadah, karena hal ini dapat menghadirkan kekhusyukan dan keagungan Allah dalam hati.
  3. Berwudhulah setiap kali hendak shalat, meskipun dalam keadaan suci, karena ini adalah sunnah dan menyempurnakan ibadah.
  4. Boleh berbaring sejenak di antara shalat malam untuk istirahat, selama tidak meninggalkan shalat.
  5. Jadikanlah ibadah malam sebagai kebiasaan, meskipun dilakukan dalam beberapa sesi, karena Allah mencintai amalan yang konsisten meskipun sedikit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?