Shahih Muslim · Kitab Kebaikan, Silaturahmi, dan Akhlak · No. 2556

Bab Silaturahmi dan Haramnya Memutuskan Hubungan Keluarga

Shahih

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ، بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ ‏"‏ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ سُفْيَانُ يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ ‏.‏

Jubair bin Mut'im melaporkan atas nama ayahnya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang memutuskan tidak akan masuk surga." Ibn Umar berkata bahwa Sufyan menjelaskan: "Orang yang memutuskan hubungan keluarga tidak akan masuk surga."