Bab Keutamaan Ahli Badar dan Kisah Hatib bin Abi Balta'ah
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, waamrunw annaqidu, wazuhayru ibnu harbin, waishaqu ibnu ibrahima, wabnu abi umara - waallafzhu liamrinw - qala ishaqu akhbarana waqala alakharuna, haddatsana sufyanu ibnu, uyaynaha an amrinw, ani alhasani ibni muhammadin, akhbarani ubaydu allahi ibnu abi rafiin, - wahuwa katibu aliyyin qala samitu aliyyan, rdh allah nh wahuwa yaqulu baatsana rasulu allahi ana waazzubayra waalmiqdada faqala " atu rawdhaha khakhin fainna biha zhainahan maaha kitabun fakhudzuhu minha ". fanthalaqna taada ibina khayluna faidza nahnu bialmarahi faqulna akhriji alkitaba. faqalat ma mai kitabun. faqulna latukhrijinna alkitaba aw latulqiyanna attsiyaba. faakhrajathu min iqashiha faatayna bihi rasula allahi faidza fihi min hathibi ibni abi baltaaha ila nasin mina almusyrikina min ahli makkaha yukhbiruhum bibadhi amri rasuli allahi faqala rasulu allahi " ya hathibu ma hadza ". qala la tajal alaa ya rasula allahi inni kuntu amraan mulshaqan fi quraysyin - qala sufyanu kana halifan lahum walam yakun min anfusiha - wakana mimman kana maaka mina almuhajirina lahum qarabatun yahmuna biha ahlihim faahbabtu idz fatani dzalika mina annasabi fihim an attakhidza fihim yadan yahmuna biha qarabati walam afalhu kufran wala artidadan an dini wala ridhan bialkufri bada alislami. faqala annabiyyu " shadaqa ". faqala umaru dani ya rasula allahi adhrib unuqa hadza almunafiqi. faqala " innahu qad syahida badran wama yudrika laalla allaha atthalaa ala ahli badrin faqala amalu ma syitum faqad ghafartu lakum ". faanzala allahu azza wajalla ya ayyuha adzina amanu la tattakhidzu aduwwi waaduwwakum awliyaa walaysa fi haditsi abi bakrin wazuhayrin dzikru alayahi wajaalaha ishaqu fi riwayatihi min tilawahi sufyana.
Ubaidullah bin Rafi', yang merupakan juru tulis Ali, melaporkan: Saya mendengar Ali (semoga Allah meridhoinya) berkata: Rasulullah ﷺ mengutus saya, Zubair, dan Miqdad dengan pesan: "Pergilah ke kebun Khakh tempat antara Madinah dan Mekah, berjarak dua belas mil dari Madinah dan di sana Anda akan menemukan seorang wanita yang mengendarai unta. Dia akan membawa sebuah surat, yang harus Anda ambil darinya." Maka kami bergegas dengan kuda dan ketika kami menemui wanita itu, kami meminta agar dia menyerahkan surat itu kepada kami. Dia berkata: "Tidak ada surat di sini." Kami berkata: "Baiklah, keluarkan surat itu atau kami akan melepas pakaianmu." Dia mengeluarkan surat itu dari (rambutnya yang dikepang). Kami menyerahkan surat itu kepada Rasulullah ﷺ di mana Hatib bin Abi Balta'ah telah memberitahukan beberapa orang di antara kaum musyrikin Mekah tentang urusan Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ berkata: "Hatib, apa ini?" Dia berkata: "Jangan terburu-buru menghukum niatku, wahai Rasulullah. Saya adalah orang yang terikat dengan Quraisy. Sufyan berkata: Dia adalah sekutu mereka tetapi tidak memiliki hubungan darah dengan mereka. (Hatib melanjutkan): Mereka yang bersamamu di antara para emigran memiliki hubungan darah dengan mereka (Quraisy) dan dengan demikian mereka akan melindungi keluarga mereka. Saya ingin, ketika saya tidak memiliki hubungan darah dengan mereka, saya menemukan beberapa pendukung dari (antara mereka) yang akan membantu keluarga saya. Saya tidak melakukan ini karena kekufuran atau murtad dan saya tidak menyukai kekufuran setelah saya (menerima) Islam. Maka Rasulullah ﷺ berkata: "Kau telah berkata benar." 'Umar berkata: "Wahai Rasulullah, izinkan saya memenggal leher orang munafik ini." Tetapi dia (Nabi) berkata: "Dia adalah peserta dalam Badr dan kamu sedikit tahu bahwa Allah telah menurunkan wahyu tentang orang-orang Badr: "Lakukan apa yang kamu suka, karena Aku telah mengampuni kalian." Dan Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia, berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman." Dan tidak ada penyebutan ayat ini dalam hadits yang diriwayatkan atas nama Abu Bakr dan Zubair dan Ishaq dalam riwayatnya menyebutkan bacaan ayat ini oleh Sufyan.