Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 246 tentang Bab Disunnahkan Memperpanjang Cahaya di Wudhu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa wudhu yang sempurna (isbaghul wudhu) akan menjadi sebab munculnya cahaya pada anggota wudhu di hari kiamat. Cahaya tersebut akan terlihat pada dahi, kedua tangan, dan kedua kaki sebagai tanda pengikut Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memperluas basuhan wudhu melebihi anggota yang wajib, seperti membasuh sebagian lengan dan betis.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)

Hadits:

Hadits yang diriwayatkan oleh Nu'aim bin Abdullah al-Mujmir dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنْتُمُ الْغُرُّ الْمُحَجَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ إِسْبَاغِ الْوُضُوءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ فَلْيُطِلْ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ

"Kalian akan memiliki wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya pada Hari Kebangkitan karena wudhu kalian yang sempurna. Barangsiapa di antara kalian yang mampu, hendaklah dia memperpanjang cahaya dahi dan tangan serta kakinya." (HR. Muslim no. 246)

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan isbaghul wudhu (menyempurnakan wudhu) dan anjuran memperluas basuhan melebihi yang wajib. Beliau berkata: "Makna 'ghurrah' adalah cahaya pada wajah, dan 'tahjil' adalah cahaya pada kedua tangan dan kaki. Ini adalah keistimewaan khusus umat ini."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Makna Isbaghul Wudhu

Isbaghul wudhu berarti menyempurnakan wudhu dengan membasuh anggota wudhu secara sempurna sesuai tuntunan, termasuk menyela-nyela jari dan memastikan air mengenai seluruh bagian yang wajib. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa isbaghul wudhu mencakup tiga hal: (1) membasuh anggota wudhu secara merata, (2) tidak berlebihan dalam menggunakan air, dan (3) melakukannya dengan niat yang ikhlas.

Kedua: Keutamaan Umat Ini

Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa umat beliau akan memiliki ciri khusus di hari kiamat berupa cahaya pada anggota wudhu. Ini adalah keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya. Imam al-Qurthubi rahimahullah (dalam tafsirnya) menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada umat Muhammad ﷺ sebagai balasan atas ketaatan mereka dalam menyempurnakan wudhu.

Ketiga: Anjuran Memperluas Basuhan

Sabda Nabi ﷺ "falyuthil ghurratahu wa tahjilahu" (hendaklah dia memperpanjang cahaya dahi dan tangan serta kakinya) dipahami oleh para ulama sebagai anjuran untuk membasuh lebih dari yang wajib. Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan: "Yang dimaksud adalah membasuh seluruh wajah, kedua tangan hingga siku, dan kedua kaki hingga mata kaki, serta dianjurkan menambah sedikit ke bagian lengan dan betis."

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menambahkan bahwa para sahabat dan tabi'in seperti Abu Hurairah, Nu'aim al-Mujmir, dan lainnya mempraktikkan hal ini dengan membasuh sebagian lengan dan betis.

Keempat: Hukum Memperluas Basuhan

Para ulama dari kalangan mazhab yang empat sepakat bahwa membasuh anggota wudhu hingga melebihi batas wajib hukumnya sunnah, bukan wajib. Imam asy-Syafi'i rahimahullah dalam kitab Al-Umm menyatakan: "Disunnahkan bagi orang yang berwudhu untuk membasuh kedua tangannya hingga ke lengan dan kedua kakinya hingga ke betis, karena ini termasuk isbaghul wudhu."

Story Telling

Diriwayatkan dari Nu'aim bin Abdullah al-Mujmir, beliau berkata: "Aku melihat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berwudhu. Beliau membasuh wajahnya dengan sempurna, kemudian membasuh tangan kanannya hingga masuk ke bagian lengan, lalu tangan kirinya hingga masuk ke bagian lengan. Kemudian beliau mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya hingga masuk ke betis, dan kaki kirinya hingga masuk ke betis. Setelah selesai, beliau berkata: 'Beginilah aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu.'"

Kisah ini menunjukkan betapa telitinya para sahabat dalam mencontoh Rasulullah ﷺ. Mereka tidak hanya melakukan yang wajib, tetapi juga menyempurnakan dengan yang sunnah. Ini adalah bentuk kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ dan keinginan untuk mendapatkan keutamaan yang beliau janjikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Sempurnakan wudhu dengan membasuh seluruh anggota wudhu secara merata dan tidak tergesa-gesa.
  2. Perluas basuhan dengan membasuh sedikit bagian lengan setelah siku dan sedikit bagian betis setelah mata kaki, karena ini termasuk sunnah.
  3. Jaga wudhu karena akan menjadi cahaya di hari kiamat.
  4. Jangan berlebihan dalam menggunakan air, karena isbaghul wudhu bukan berarti memboroskan air.
  5. Niatkan ikhlas karena Allah, bukan karena riya atau ingin dilihat orang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.