Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan salah satu mukjizat dan keistimewaan Nabi ﷺ, yaitu tubuh dan tangan beliau memiliki aroma yang sangat harum, melebihi minyak wangi terbaik sekalipun. Hadits ini juga mengajarkan kita tentang kelembutan dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak, di mana beliau menyempatkan diri untuk mengusap pipi mereka dengan penuh cinta, bukan karena mereka kerabat atau orang penting, tetapi murni karena akhlak mulia beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Fadhail, Bab "Harum dan Lembutnya Aroma Nabi serta Berkah dari Sentuhannya" (no. 2329).
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Tentang keharuman dan keindahan Nabi ﷺ, Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya' [21]: 107)
Ayat ini menunjukkan bahwa keberadaan Nabi ﷺ adalah rahmat, dan salah satu bentuk rahmat itu terlihat dalam interaksi beliau yang penuh kasih sayang, termasuk kepada anak-anak, sebagaimana dalam hadits ini.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Al-Minhaj) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu mukjizat Nabi ﷺ, yaitu keharuman tubuh beliau yang tidak seperti manusia biasa. Ini adalah karunia khusus dari Allah kepada Nabi-Nya. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani juga membahas masalah ini dalam Fathul Bari saat mengomentari hadits-hadits tentang sifat fisik Nabi ﷺ, bahwa keharuman ini adalah bagian dari kesempurnaan ciptaan beliau.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Mukjizat Keharuman Nabi ﷺ
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti mukjizat Nabi ﷺ. Jabir bin Samurah merasakan bahwa tangan Nabi ﷺ mengeluarkan aroma yang sangat harum, seolah-olah baru saja dikeluarkan dari tempat minyak wangi seorang penjual parfum. Ini bukan karena Nabi ﷺ memakai wewangian, tetapi ini adalah keharuman yang Allah ciptakan pada diri beliau sebagai tanda kemuliaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan hadits-hadits tentang sifat Nabi ﷺ menegaskan bahwa keharuman ini adalah keistimewaan khusus yang Allah berikan kepada Nabi-Nya, dan tidak bisa disamakan dengan manusia biasa.
2. Kasih Sayang Nabi ﷺ kepada Anak-Anak
Dalam hadits ini, Nabi ﷺ keluar setelah shalat dan bertemu dengan anak-anak. Beliau tidak mengabaikan mereka, tetapi justru mengusap pipi mereka satu per satu. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan anak-anak, memberikan perhatian, dan membuat mereka merasa dicintai.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering menekankan bahwa akhlak Nabi ﷺ adalah penerapan langsung dari Al-Qur'an. Kasih sayang beliau kepada anak-anak adalah bentuk nyata dari firman Allah dalam QS. Ali Imran [3]: 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu."
3. Berkah Sentuhan Nabi ﷺ
Jabir bin Samurah merasakan berkah dari sentuhan tangan Nabi ﷺ, yaitu kesejukan dan keharuman. Ini menunjukkan bahwa tubuh Nabi ﷺ memiliki keberkahan yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang berinteraksi dengan beliau. Para sahabat sangat menyukai untuk bersentuhan dengan Nabi ﷺ, dan mereka merasakan berkah tersebut.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya tentang akhlak Nabi ﷺ menjelaskan bahwa para sahabat sangat antusias untuk mendapatkan sentuhan atau bahkan sisa air wudhu Nabi ﷺ, karena mereka meyakini keberkahan di dalamnya.
4. Adab Bergaul dengan Anak-Anak
Hadits ini juga mengajarkan adab kepada orang tua dan pendidik: hendaknya mereka bersikap lembut kepada anak-anak, memberikan perhatian, dan tidak meremehkan perasaan mereka. Mengusap kepala atau pipi anak adalah bentuk kasih sayang yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang shalat, lalu datanglah Hasan dan Husain radhiyallahu 'anhuma, cucu beliau, dan naik ke atas punggung beliau ketika sujud. Nabi ﷺ membiarkan mereka hingga selesai sujud dengan pelan-pelan, tidak terburu-buru, agar cucunya tidak terjatuh.
Ketika para sahabat melihat hal itu, mereka heran dengan kelembutan Nabi ﷺ. Setelah shalat, salah seorang sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, engkau benar-benar memperlakukan mereka dengan sangat lembut." Maka Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak bukan hanya di luar shalat, tetapi bahkan di dalam shalat sekalipun. Ini adalah pelajaran bagi kita bahwa kelembutan kepada anak-anak adalah bagian dari iman dan akhlak mulia.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini mukjizat Nabi ﷺ - Keharuman tubuh Nabi ﷺ adalah salah satu bukti kenabian dan kemuliaan beliau. Kita wajib mengimani hal ini tanpa perlu mempertanyakan bagaimana caranya.
- Meneladani kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak - Bersikap lembut, mengusap kepala atau pipi anak, memberikan perhatian, dan tidak mengabaikan mereka adalah bagian dari sunnah.
- Menghormati dan mencintai Nabi ﷺ - Hadits ini menumbuhkan kecintaan kita kepada Nabi ﷺ, karena beliau adalah manusia paling mulia dan paling baik akhlaknya.
- Menjaga keharuman diri - Sebagai umatnya, kita dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan menggunakan wewangian, terutama ketika hendak ke masjid, karena Islam sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.