Penjelasan Hadits Muslim No. 2316 tentang Kasih sayang Rasulullah kepada keluarga dan anak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada keluarga dan anak-anak, khususnya kepada putranya Ibrahim. Beliau rela mendatangi rumah susuan di pinggiran Madinah yang penuh asap demi mencium anaknya. Hadits ini juga menegaskan kelembutan hati beliau, kesederhanaan hidupnya, dan kabar gembira bahwa Ibrahim memiliki dua ibu susuan yang menyempurnakan penyusuannya di surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2316), dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, pada Kitab al-Fadha'il, Bab Kasih Sayang Rasulullah ﷺ kepada Anak-Anak dan Keluarga.

Teks hadits yang relevan:

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمَ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

"Tidaklah aku melihat seorang pun yang lebih penyayang kepada keluarganya daripada Rasulullah ﷺ."

Dan sabda beliau ﷺ:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْىِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ

"Sesungguhnya Ibrahim adalah anakku, ia wafat dalam masa menyusu, dan sesungguhnya ia memiliki dua ibu susuan yang menyempurnakan penyusuannya di surga."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kasih sayang dan kelembutan Nabi ﷺ:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

QS. At-Taubah [9]: 128

"Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, yang berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan kebaikan bagi kalian, dan sangat penyayang lagi Maha Pengasih terhadap orang-orang mukmin."

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan akhlak Nabi ﷺ, kelembutan hatinya, dan kasih sayangnya yang mendalam kepada keluarga. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa mencium anak dan bermain dengan mereka termasuk sunnah dan tanda kelembutan hati. Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ adalah teladan paling sempurna dalam kasih sayang, baik kepada istri, anak, cucu, maupun para sahabat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah:

Pertama: Kasih sayang Nabi ﷺ kepada keluarga adalah teladan tertinggi.

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang lama melayani Nabi ﷺ, bersaksi bahwa tidak ada seorang pun yang lebih penyayang kepada keluarganya daripada Rasulullah ﷺ. Ini bukan sekadar kesaksian pribadi, tetapi pengakuan seorang sahabat yang menyaksikan langsung kehidupan rumah tangga Nabi. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi ﷺ dalam akhlak dan kelembutan hati.

Kedua: Nabi ﷺ tidak merasa gengsi mendatangi tempat sederhana.

Ibrahim, putra Nabi ﷺ dari Mariyah al-Qibthiyyah, disusukan di pinggiran Madinah. Ayah susuannya (ظِئْر) adalah seorang pandai bata (قَيْن), dan rumahnya penuh asap. Namun Nabi ﷺ tetap masuk, mengambil anaknya, menciumnya, lalu pulang. Ini menunjukkan kerendahan hati beliau dan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan pekerjaan atau status sosial. Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa mengunjungi rumah susuan Ibrahim dengan berjalan kaki, ditemani para sahabat.

Ketiga: Mencium anak adalah sunnah dan tanda kasih sayang.

Dalam hadits lain yang shahih, Nabi ﷺ mencium cucunya Al-Hasan bin Ali di depan Al-Aqra' bin Habis, lalu berkata: "Barangsiapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi." Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mencium anak adalah bentuk rahmat yang Allah tanamkan dalam hati, dan tidak bertentangan dengan kejantanan seorang lelaki.

Keempat: Kabar gembira tentang Ibrahim di surga.

Ketika Ibrahim wafat, Nabi ﷺ bersabda bahwa Ibrahim memiliki dua ibu susuan yang menyempurnakan penyusuannya di surga. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bahwa anak-anak yang wafat sebelum baligh akan berada di surga, dan Allah menyempurnakan segala kekurangan mereka. Ibnul Qayyim dalam Kitab ar-Ruh menyebutkan bahwa anak-anak kaum mukminin yang wafat sebelum baligh berada di surga dan dijaga oleh Allah.

Kelima: Kesederhanaan hidup Nabi ﷺ.

Hadits ini juga menggambarkan kesederhanaan Nabi ﷺ. Beliau tidak memilih tempat susuan yang mewah, tetapi menerima apa adanya. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian."

Story Telling

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Nabi ﷺ sering berjalan kaki ke pinggiran Madinah untuk mengunjungi Ibrahim. Ketika beliau masuk ke rumah, asap dari pembakaran bata memenuhi ruangan. Namun beliau tidak peduli. Beliau mengambil Ibrahim, menciumnya dengan penuh kasih, lalu kembali ke Madinah. Para sahabat yang menemani beliau menyaksikan sendiri betapa besar cinta beliau kepada anaknya.

Ketika Ibrahim wafat, Nabi ﷺ menangis. Beliau bersabda: "Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih, tetapi kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai Allah. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu, wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa menangis karena kasih sayang bukanlah tanda kelemahan iman, tetapi tanda kelembutan hati yang Allah tanamkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani kasih sayang Nabi ﷺ kepada keluarga, terutama kepada anak-anak, dengan mencium, menggendong, dan bermain dengan mereka.
  2. Jangan gengsi mendatangi tempat sederhana atau bergaul dengan orang dari berbagai lapisan sosial.
  3. Yakinlah bahwa anak-anak yang wafat sebelum baligh akan berada di surga dan Allah menyempurnakan kebahagiaan mereka.
  4. Hidup sederhana dan tidak berlebihan adalah sunnah Nabi ﷺ.
  5. Menangis karena kasih sayang bukanlah aib, tetapi tanda hati yang lembut dan iman yang hidup.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?