Bab Penetapan Haudh Nabi kita ﷺ dan sifat-sifatnya
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana laytsun, an yazida ibni abi habibin, an abi alkhayri, an uqbaha ibni amirin, anna rasula allahi kharaja yawman fashalla ala ahli uhudin shalatahu ala almayyiti tsumma ansharafa ila alminbari faqala " inni farathun lakum waana syahidun alaykum wainni waallahi lanzhuru ila hawdhiya alana wainni qad uthitu mafatiha khazaini alardhi aw mafatiha alardhi wainni waallahi ma akhafu alaykum an tusyriku badi walakin akhafu alaykum an tatanafasu fiha ".
Uqbah bin 'Amir melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ suatu hari keluar dan shalat atas para syuhada Uhud sebagaimana shalat atas orang mati. Kemudian beliau kembali dan duduk di mimbar dan berkata: 'Aku akan hadir di sana (di Haudh) sebelum kalian. Aku akan menjadi saksi kalian dan, demi Allah, aku melihat seolah-olah aku melihat Haudhku dalam keadaan ini dan, demi Allah, aku tidak takut bahwa kalian akan menyekutukan sesuatu (dengan Allah setelahku), tetapi aku takut bahwa kalian akan saling bersaing (untuk memiliki) harta benda di bumi.'