Penjelasan Hadits Muslim No. 2245 tentang Memberi minum hewan haus mendatangkan ampunan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah, sampai-sampai seorang wanita yang dikenal sebagai pelaku dosa besar (pelacur) diampuni karena satu perbuatan kasih sayang: memberi minum seekor anjing yang kehausan. Ini mengajarkan bahwa amal kebaikan—sekecil apa pun—bisa menjadi sebab ampunan, dan bahwa berbuat baik kepada makhluk hidup, termasuk hewan, adalah bagian dari ajaran Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Salam, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ، فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

Terjemahan: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ: bahwa seorang wanita pelacur melihat seekor anjing pada hari yang panas, berputar-putar di sekitar sumur dengan menjulurkan lidahnya karena kehausan. Maka ia mengambil air untuknya dengan sepatunya, lalu ia diampuni."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan luasnya rahmat dan ampunan Allah:

QS. Az-Zumar [39]: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: "Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'"

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini menggambarkan betapa luasnya rahmat Allah. Seorang wanita yang profesinya adalah pelacur—suatu dosa besar yang terus-menerus dilakukan—mendapat ampunan Allah karena satu perbuatan: memberi minum seekor anjing yang kehausan di hari yang sangat panas. Ini bukan berarti dosa besar menjadi ringan, tetapi menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menutup pintu ampunan, dan bahwa amal kebaikan sekecil apa pun bisa bernilai di sisi-Nya.

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Luasnya rahmat dan ampunan Allah bagi siapa saja yang berbuat kebaikan, bahkan kepada orang yang memiliki catatan dosa besar.
  2. Anjuran berbuat baik kepada hewan dan makhluk hidup lainnya.
  3. Bahwa pahala dan ampunan bisa diperoleh melalui amal yang tampak kecil, jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh kasih sayang.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa amal kebaikan dapat menghapus dosa, dan bahwa Allah tidak memandang besar-kecilnya perbuatan semata, tetapi memandang keikhlasan dan kasih sayang di dalamnya. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini tidak berarti dosa zina menjadi hal yang ringan, melainkan menunjukkan bahwa pintu taubat dan ampunan selalu terbuka.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa rahmat Allah bisa diraih melalui perbuatan baik kepada makhluk-Nya, dan bahwa siapa yang menyayangi makhluk di bumi, akan disayangi oleh Yang di langit.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil bahwa amal kebaikan—meskipun dilakukan oleh orang yang banyak dosa—tetap dicatat dan bisa menjadi sebab ampunan, karena Allah Maha Adil dan Maha Pengasih. Beliau juga menekankan bahwa ini bukan alasan untuk meremehkan dosa, tetapi alasan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman ketika membahas ayat-ayat tentang rahmat Allah, menegaskan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu, dan bahwa hamba yang berdosa tetap diperintahkan untuk berharap kepada ampunan-Nya selama ia berusaha berbuat baik.

Catatan penting tentang perbedaan pemahaman:

Sebagian orang mungkin menyalahpahami hadits ini sebagai pembenaran untuk terus berbuat dosa dengan alasan "cukup berbuat baik sedikit, dosa akan diampuni." Ini adalah pemahaman yang keliru. Para ulama di daftar—seperti an-Nawawi dan Ibnu Hajar—menegaskan bahwa hadits ini justru mendorong kita untuk:

  1. Tidak berputus asa dari rahmat Allah.
  2. Memperbanyak amal kebaikan, sekecil apa pun.
  3. Menyayangi semua makhluk hidup.
  4. Tetap menjauhi dosa dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Kaitan dengan hadits lain:

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga disebutkan hadits tentang seorang pria yang memberi minum anjing yang kehausan dengan sepatunya, dan ia diampuni. Ini memperkuat makna bahwa kasih sayang kepada hewan adalah amal yang dicintai Allah.

Story Telling

Dikisahkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ pernah menceritakan tentang seorang wanita dari Bani Israil—sebagian riwayat menyebutkan ia adalah seorang pelacur—yang sedang berjalan di hari yang sangat panas. Ia melewati sebuah sumur dan melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan hebat, hampir mati. Anjing itu berputar-putar di sekitar sumur, tidak mampu mencapai air.

Wanita itu merasa iba. Ia tidak punya timba atau wadah. Maka ia melepas sepatunya, mengikatnya dengan kerudungnya, dan menurunkan sepatu itu ke dalam sumur untuk mengambil air. Setelah sepatu itu penuh air, ia angkat dan memberikannya kepada anjing tersebut. Anjing itu pun minum hingga puas.

Karena perbuatan kasih sayang yang tulus ini, Allah mengampuni dosa-dosa wanita tersebut.

Hikmah: Kisah ini mengajarkan bahwa Allah melihat hati dan perbuatan hamba-Nya, bukan hanya status sosial atau catatan dosanya. Satu perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kasih sayang bisa menjadi sebab ampunan yang besar. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, dan untuk menyayangi semua makhluk Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa seseorang, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama ia hidup dan berusaha berbuat baik.
  2. Perbanyak amal kebaikan, sekecil apa pun. Memberi minum hewan, menyingkirkan gangguan di jalan, tersenyum kepada orang lain—semua bisa bernilai di sisi Allah.
  3. Sayangi makhluk hidup. Islam mengajarkan kasih sayang kepada hewan, bukan hanya kepada manusia. Memberi makan dan minum hewan yang membutuhkan adalah amal yang dicintai Allah.
  4. Jangan meremehkan dosa. Hadits ini bukan alasan untuk terus berbuat dosa, tetapi justru mendorong kita untuk bertaubat dan memperbanyak kebaikan.
  5. Ikhlas dalam beramal. Yang membuat amal diterima bukan besar-kecilnya perbuatan, tetapi keikhlasan dan kasih sayang di dalamnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?