Penjelasan Hadits Muslim No. 2244 tentang Pahala memberi minum hewan yang haus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, adalah amalan yang sangat mulia dan bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa seseorang. Kisah seorang lelaki yang memberi minum anjing yang kehausan menunjukkan bahwa Allah membalas setiap kebaikan, sekecil apa pun, dan bahwa rahmat kepada makhluk-Nya akan mendatangkan rahmat dari Allah. Ini adalah dalil bahwa berbuat baik kepada hewan adalah bagian dari ajaran Islam yang agung.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab as-Salam, Bab "Keutamaan Memberi Minum Hewan", nomor 2244, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang luasnya rahmat dan ampunan-Nya:

> قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۗ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'" (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Ayat ini menunjukkan bahwa ampunan Allah sangat luas, dan hadits ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana ampunan itu bisa diraih melalui amal kebaikan yang tulus.

Hadits terkait lainnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

> بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

"Pada suatu hari ada seekor anjing yang mengelilingi sebuah sumur, hampir mati kehausan. Lalu seorang pelacur dari Bani Israil melihatnya, ia pun melepas sepatunya (untuk dijadikan timba), lalu ia mengambil air dengan sepatunya itu dan memberinya minum kepada anjing tersebut. Maka Allah mengampuni dosa wanita itu karena perbuatannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini semakin menguatkan bahwa kebaikan kepada hewan bisa menjadi sebab ampunan, bahkan bagi orang yang memiliki dosa besar.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Keutamaan Kasih Sayang kepada Makhluk: Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan memberi minum hewan yang kehausan dan berbuat baik kepada semua makhluk ciptaan Allah. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat akan keutamaan perbuatan ini.
  2. Makna "Setiap Hati yang Basah": Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ, "Pada setiap hati yang basah terdapat pahala," mencakup semua makhluk hidup yang memiliki hati, baik hewan ternak, hewan liar, maupun burung. Ini adalah prinsip umum dalam Islam: berbuat baik kepada semua makhluk hidup adalah ibadah.
  3. Keikhlasan dan Ampunan: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ampunan yang diterima lelaki itu adalah buah dari keikhlasan dan rasa kasih sayang yang murni. Ia tidak mengharap balasan dari anjing tersebut, tetapi murni karena tergerak hatinya melihat makhluk yang menderita. Allah Maha Mengetahui niat baik hamba-Nya.
  4. Bantahan terhadap yang Meremehkan: Hadits ini juga merupakan bantahan bagi orang-orang yang menganggap remeh perbuatan baik kepada hewan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya karunia Allah, di mana amal yang tampak kecil bisa menjadi sebab pengampunan dosa yang besar.
  5. Adab terhadap Hewan: Imam Al-Bukhari rahimahullah menempatkan hadits ini dalam bab tentang keutamaan memberi minum hewan, yang menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari adab dan akhlak seorang Muslim. Ini sejalan dengan ajaran Islam yang melarang menyiksa hewan dan memerintahkan untuk berbuat baik kepada mereka.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang lelaki saleh dari kalangan Bani Israil berjalan di padang pasir yang sangat panas. Tenggorokannya kering dan ia sangat kehausan. Ia menemukan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya dan minum sampai hilang dahaganya. Saat ia naik kembali, ia melihat seekor anjing yang kehausan sedang menjulurkan lidahnya dan memakan tanah yang lembab karena sangat haus.

Lelaki itu berkata dalam hatinya, "Anjing ini menderita kehausan seperti yang baru saja aku rasakan." Maka ia pun turun kembali ke dalam sumur, mengisi sepatu kulitnya dengan air, lalu menggigit tali sepatunya dengan mulutnya agar tangannya bebas untuk memanjat. Setelah berhasil naik, ia memberi minum anjing itu hingga puas.

Allah Ta'ala melihat perbuatan ikhlasnya itu dan berfirman kepada para malaikat-Nya, "Aku telah mengampuni dosa-dosa hamba-Ku ini." Para sahabat yang mendengar kisah ini dari Rasulullah ﷺ bertanya dengan takjub, "Wahai Rasulullah, apakah kita juga mendapat pahala karena berbuat baik kepada hewan-hewan ini?" Maka Rasulullah ﷺ menjawab dengan bijaksana, "Pada setiap hati yang basah (makhluk hidup) terdapat pahala."

Hikmah: Kisah ini mengajarkan bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di sisi Allah. Rasa empati dan kasih sayang yang tulus kepada makhluk lain adalah cerminan dari keimanan seseorang. Allah tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi melihat keikhlasan dan ketulusan hati hamba-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Berbuat baiklah kepada semua makhluk hidup, termasuk hewan, karena setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah.
  2. Jangan meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi itulah amal yang memasukkan kita ke dalam surga atau menjadi sebab ampunan dosa.
  3. Tumbuhkan rasa empati dan kasih sayang dalam diri kita terhadap sesama makhluk Allah, karena ini adalah akhlak para nabi dan orang-orang saleh.
  4. Jadikan setiap kesempatan untuk berbuat baik sebagai ladang pahala, baik kepada manusia maupun hewan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?